Kamis, 10 JULI 2025 • 10:40 WIB

Rusia Gempur Ukraina dengan 700 Drone usai Trump Janji Kirim Senjata Tambahan

Author

Para petugas pemadam kebakaran memadamkan api setelah serangan Rusia di wilayah Kyiv, Ukraina, pada 9 Juli 2025. (Washington Post)

INDOZONE.ID - Situasi di Ukraina semakin genting. Pada Rabu (9/7/2025), Rusia meluncurkan 700 drone ke Ukraina dalam serangan udara terbesar sepanjang perang. 

Tak hanya itu, 13 rudal juga ikut diluncurkan dalam serangan yang terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berjanji akan mengirimkan lebih banyak senjata tambahan ke Ukraina.

Angkatan Udara Ukraina menyebutkan bahwa 728 drone dan 13 rudal digunakan dalam serangan ini. Namun, pasukan Ukraina berhasil menembak jatuh 711 drone serta menghancurkan tujuh rudal yang masuk ke wilayah mereka. 

Ini menjadi serangan rudal dan drone terbesar Ukraina yang pernah tercatat, bahkan melampaui rekor sebelumnya yang juga dilakukan Rusia pekan lalu.

Serangan drone Rusia usai Trump janji beri senjata ini menambah daftar panjang aksi serangan udara dalam beberapa minggu terakhir.

Rusia terus mengerahkan ratusan drone dan rudal balistik, membuat sistem pertahanan Ukraina semakin kewalahan di tengah perang yang kini memasuki tahun keempat.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, menegaskan bahwa aksi ini menjadi bukti pentingnya sanksi ekonomi yang lebih keras, terutama terhadap negara-negara yang masih membeli minyak Rusia, yang menjadi sumber dana utama perang tersebut.

Baca juga:  Trump: AS Bakal Lebih Banyak Kirim Tambahan Senjata ke Ukraina

Serangan ini terjadi di saat banyak pihak berusaha keras mewujudkan perdamaian dan gencatan senjata. Namun, Rusia terus menolak semua upaya itu,” ujar Zelenskyy melalui media sosial.

Sementara itu, Presiden Trump menegaskan bahwa dirinya tengah mempertimbangkan untuk mendukung kebijakan sanksi ekonomi besar-besaran terhadap Rusia, termasuk tarif hingga 500 persen bagi negara-negara yang tetap membeli minyak, gas, uranium, dan ekspor lainnya dari Rusia.

“Kami sudah terlalu sering mendapatkan omong kosong dari Putin. Dia tampak ramah, tapi ternyata tak ada artinya sama sekali,” kata Trump dalam rapat kabinet.

Saat ditanya terkait langkah yang akan diambil terhadap Putin, Trump menjawab, “Saya tidak akan mengungkapkannya sekarang. Biar menjadi kejutan.

Setelah pernyataan tersebut, Zelenskyy langsung memerintahkan agar komunikasi dengan Amerika Serikat diperluas untuk memastikan pengiriman senjata berjalan lancar, khususnya untuk sistem pertahanan udara.

Kebijakan Trump kirim senjata tambahan ke Ukraina ini dianggap sebagai langkah mengejutkan, mengingat sebelumnya Pentagon sempat menunda pengiriman beberapa persenjataan penting ke Kyiv. 

Padahal, dalam beberapa pekan terakhir, serangan Rusia terus meningkat dan menyebabkan puluhan korban jiwa.

Di sisi lain, Uni Eropa juga tengah mempersiapkan paket sanksi baru terhadap Rusia sebagai respon atas serangan besar-besaran ini.

Baca juga:  Trump Kecam Putin saat Rusia Hujani Ukraina dengan Serangan Drone: Dia Benar-benar Gila

Kanselir Jerman, Friedrich Merz, menegaskan bahwa jalur diplomasi untuk mengakhiri perang sudah menemui jalan buntu, dan pihaknya akan terus mendukung Ukraina demi menjaga stabilitas Eropa.

Tak hanya menyerang Kyiv dan wilayah timur Ukraina, sebagian serangan juga ditujukan ke wilayah barat yang dekat dengan perbatasan Polandia, negara anggota NATO. Kota Lutsk, yang berjarak sekitar 200 km dari Polandia, menjadi salah satu target utama serangan kali ini.

Menurut Zelenskyy, total ada 10 provinsi yang mengalami kerusakan akibat serangan terbaru ini. Polandia pun langsung mengerahkan jet tempur untuk menjaga keamanan wilayah udaranya. Militer Polandia juga mengonfirmasi bahwa jet-jet dari negara sekutu turut dilibatkan dalam operasi tersebut.

Di kota Lutsk, beberapa bangunan dilaporkan rusak, meskipun tidak ada korban jiwa. Serangan ini menjadi yang terbesar di kota berpenduduk 200.000 orang tersebut sejak perang pecah.

Walikota Lutsk, Ihor Polishchuk, menyebutkan bahwa beberapa gudang dan area parkir ikut terbakar akibat serangan. Sementara itu, Gubernur Volyn, Ivan Rudnytskyi, mengatakan bahwa wilayahnya diserang oleh 50 drone dan lima rudal Rusia sepanjang malam.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: The Washington Post

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU