Pertemuan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Donald Trump di G20 Japan 2019.
INDOZONE.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut Presiden Vladimir Putin “gila” setelah Rusia menggempur Ukraina dengan serangan drone besar-besaran yang menewaskan 13 orang.
Meski keduanya pernah dekat, Trump kini terang-terangan mengkritik Putin dan menyebut invasi penuh ke Ukraina bisa jadi “kejatuhan Rusia”.
Hubungan Trump dan Putin kini tampak merenggang. Lewat platform Truth Social, Trump menyatakan keprihatinannya soal serangan udara brutal Rusia ke Ukraina pada Sabtu 24 hingga Minggu malam 25 Mei 2925.
“Saya selalu memiliki hubungan yang sangat baik dengan Vladimir Putin dari Rusia, tetapi sesuatu telah terjadi padanya. Dia benar-benar menjadi GILA!” tulisnya dikutip dari NY Post, Senin (26/5/2025).
Baca Juga: Paus Leo XIV Resmi Dilantik, Serukan Damai untuk Gaza & Ukraina
Trump juga menyebut ambisi Putin bisa jadi jauh lebih besar dari yang banyak orang kira.
“Saya selalu mengatakan bahwa dia menginginkan seluruh Ukraina, bukan hanya sebagian saja, tetapi jika dia menginginkannya, itu akan menyebabkan kejatuhan Rusia!” lanjut Trump.
Serangan drone rusia hantam kota Kiev, Ukraina.
Komentar ini jadi salah satu kritik paling tajam Trump terhadap Putin, yang biasanya dia puji.
Sebelumnya, pada hari yang sama, Trump bicara ke media. Ia menyebut tak suka dengan serangan Rusia ke Ukraina. Ia bahkan mempertimbangkan untuk meningkatkan sanksi.
“Saya sudah lama mengenalnya, selalu akur dengannya, tetapi ia mengirim roket ke kota-kota dan membunuh orang, dan saya sama sekali tidak menyukainya,” ujar Trump.
Serangan udara Rusia berlangsung dua malam berturut-turut, termasuk menghantam ibu kota Kiev. Layanan darurat Ukraina menyebut serangan itu mencekam.
Serangan tersebut menewaskan anak-anak. Di wilayah Zhytomyr, tiga korban berusia 8, 12, dan 17 tahun menjadi korban.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyayangkan sikap diam dunia terhadap agresi Rusia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: NY Post