Minggu, 06 JULI 2025 • 11:10 WIB

Pemerintah Jepang Minta Warga Tak Percaya Ramalan Bencana Pasca Gempa Kemarin

Author

Warga tampak melintas di jalanan Tokyo saat cuaca panas pada 28 Juni 2025. (The Japan Times)

INDOZONE.ID - Pemerintah Jepang tengah meningkatkan kewaspadaan setelah serangkaian gempa bumi melanda kawasan barat daya negara tersebut. Pihaknya juga meminta warga agar tidak percaya ramalan bencana yang akan terjadi lagi.

Salah satu gempa yang cukup kuat, yaitu berkekuatan 5,5 magnitudo, terjadi pada Kamis (3/7/2025) lalu. Gempa ini menjadi bagian dari lebih dari 1.000 kali getaran yang mengguncang wilayah Prefektur Kagoshima dalam dua pekan terakhir.

Sebagai bagian dari kesiapsiagaan gempa di Jepang, pemerintah langsung mengevakuasi sejumlah warga di pulau-pulau kecil yang dekat dengan pusat gempa tersebut

Baca juga:  Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Jepang Selatan, Warga Diimbau Mengungsi

Pemerintah juga memperingatkan kemungkinan terjadinya gempa susulan kuat di Jepang dalam waktu dekat, khususnya di perairan barat daya Pulau Kyushu.

Meski begitu, pemerintah dengan tegas meminta masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh isu atau ramalan yang menyebutkan akan terjadi bencana besar. 

Isu ini bermula dari sebuah komik berjudul The Future I Saw, yang oleh sebagian orang dianggap sebagai ramalan bencana yang akan terjadi bulan ini.

Baca juga: Jepang Siap Lakukan Uji Coba Tambang Mineral Langka Terdalam di Dunia

"Dengan teknologi yang ada sekarang, tidak mungkin memprediksi secara akurat kapan, di mana, atau seberapa besar gempa akan terjadi," jelas Ayataka Ebita, Kepala Divisi Pemantauan Gempa dan Tsunami Badan Meteorologi Jepang, dalam konferensi pers terbaru, dilansir Japan Times.

Menanggapi maraknya isu ramalan bencana, pemerintah Jepang kembali mengingatkan warga untuk tetap tenang dan berpegang pada informasi resmi. 

"Kami minta masyarakat memahami situasi berdasarkan bukti ilmiah, bukan sekadar ramalan atau isu yang tidak jelas asal-usulnya," lanjut Ebita.

Ramalan dari manga The Future I Saw yang disebut-sebut memprediksi bencana besar pada bulan ini bahkan telah memicu kekhawatiran sejumlah wisatawan. 

Di Hong Kong, isu ini cukup meluas, hingga jumlah wisatawan dari negara tersebut yang berkunjung ke Jepang pada Mei lalu turun 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya. 

Padahal, Jepang saat ini mencetak rekor jumlah kunjungan wisatawan, dengan lebih dari 3,9 juta wisatawan pada April.

Ryo Tatsuki, sang pembuat manga tersebut, melalui pernyataan resmi yang dirilis penerbitnya, menegaskan bahwa dirinya sama sekali bukan peramal.

Gempa bumi memang bukan hal yang asing bagi Jepang. Negara ini masuk dalam wilayah paling rawan gempa di dunia dan menyumbang sekitar 20 persen dari total gempa berkekuatan 6 magnitudo atau lebih di seluruh dunia.

Saat ini, Jepang siap hadapi gempa susulan dengan berbagai langkah mitigasi, seperti pembaruan sistem peringatan dini dan peningkatan fasilitas evakuasi di daerah rawan. 

Pemerintah juga terus memperbarui rencana kesiapsiagaan gempa di Jepang untuk menghadapi kemungkinan terburuk, termasuk ancaman gempa susulan kuat di Jepang.

Meski Jepang waspada gempa susulan setelah diguncang gempa beruntun, pemerintah tetap menegaskan bahwa prediksi bencana besar berdasarkan ramalan atau komik tidak memiliki dasar ilmiah. 

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak mudah percaya isu, serta mengikuti arahan resmi dari otoritas terkait demi keselamatan bersama.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Japantimes.co.jp

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU