Sabtu, 05 JULI 2025 • 17:14 WIB

Trump Catat Kemenangan Besar, RUU Andalannya Resmi Disetujui Kongres

Author

Ketua DPR AS, Mike Johnson, bersama anggota Partai Republik, menunjukkan hasil akhir suara usai pengesahan RUU andalan Presiden Donald Trump tentang pemotongan pajak dan anggaran, Kamis, 3 Juli 2025, di Capitol, Washington. (New York Post)

INDOZONE.ID - Donald Trump kembali mencuri perhatian lewat berita politik terbarunya. Kali ini, ia meraih kemenangan besar setelah Kongres resmi menyetujui RUU andalannya yang memuat pemangkasan pajak besar-besaran serta pengurangan belanja pemerintah.

Setelah RUU tersebut disahkan, mantan Presiden Joe Biden tak tinggal diam. Ia menyebut kebijakan itu "tidak hanya sembrono, tapi juga kejam".

Dalam suasana penuh euforia di Gedung Capitol, Ketua DPR AS Mike Johnson, yang berasal dari Partai Republik, dengan bangga menunjukkan hasil penghitungan akhir suara. 

Baca juga: Israel Lenyapkan 56 Ribu Nyawa Warga Gaza, Trump Klaim Akan Ada Gencatan Senjata 60 Hari

Ia dikelilingi oleh para anggota Partai Republik yang merayakan keberhasilan tersebut. Johnson mengatakan, ini adalah kemenangan legislatif Trump yang sangat bersejarah.

RUU andalan Donald Trump lolos Kongres usai perdebatan panjang. Trump sendiri menyambut penuh suka cita dan mengklaim bahwa kebijakan ini akan mengangkat ekonomi Amerika Serikat bak roket yang melesat ke angkasa.

"Saya sebut ini sebagai RUU terbesar sepanjang sejarah. Paket kebijakan ini akan membawa ekonomi kita melesat," ucap Trump kepada wartawan saat hendak menghadiri kampanye di Iowa, bertepatan dengan perayaan Hari Kemerdekaan AS yang ke-250.

Baca juga: Israel dan Iran Sepakat Gencatan Senjata Setelah 12 Hari Perang Menurut Trump

Isi RUU

Presiden AS, Donald Trump. (REUTERS/Suzanne Plunkett)

RUU yang kini menjadi sorotan utama ini memuat berbagai program prioritas Trump, mulai dari peningkatan anggaran militer, pendanaan untuk deportasi massal imigran ilegal, hingga perpanjangan program pemotongan pajak senilai US $4,5 triliun yang menjadi salah satu janji politik utamanya.

"Segalanya sempat berantakan di bawah rezim Biden-Harris. Lewat RUU ini, kami berusaha memperbaiki kerusakan itu," kata Mike Johnson. "Saya sangat bersyukur kita bisa menuntaskan misi ini."

Namun di balik euforia tersebut, muncul kekhawatiran besar terkait dampak RUU ini terhadap anggaran negara. Sejumlah analis memperkirakan, RUU ini akan menambah beban utang nasional hingga US $3,4 triliun dalam 10 tahun mendatang.

Tak hanya itu, program bantuan pangan untuk masyarakat berpenghasilan rendah juga dipangkas drastis. Bahkan, program asuransi kesehatan Medicaid yang telah berjalan sejak 1960-an juga mengalami pemotongan terbesar sepanjang sejarah.

Diperkirakan sekitar 17 juta warga akan kehilangan akses asuransi kesehatan, dan puluhan rumah sakit di wilayah pedesaan terancam tutup.

RUU Ini Dinilai Berat Sebelah

Walau RUU ini menjadi kemenangan legislatif Trump yang sangat signifikan, sejumlah anggota Partai Republik justru cemas kebijakan tersebut bisa menggerus peluang mereka dalam pemilu tahun depan.

Para anggota moderat khawatir pemangkasan anggaran sosial ini bakal menuai kemarahan publik, sementara kelompok konservatif garis keras menganggap penghematan yang ditawarkan masih kurang.

Johnson sendiri harus berjibaku selama berhari-hari demi menggalang dukungan. Ia hanya bisa kehilangan segelintir suara dalam pemungutan suara terakhir, setelah sebelumnya lebih dari 20 anggota Partai Republik sempat menyatakan penolakan atas RUU setebal 869 halaman ini.

Selama berminggu-minggu, Trump tak henti melobi anggota Kongres. Ia aktif menelpon dan mengundang mereka ke Gedung Putih demi memastikan RUU andalan Donald Trump lolos Kongres.

Demokrat Siap Lawan di Pemilu 2026

Partai Demokrat berharap penolakan publik terhadap RUU ini bisa menjadi amunisi untuk merebut kembali kursi mayoritas di DPR pada Pemilu Paruh Waktu 2026. Mereka menilai kebijakan ini hanya menguntungkan orang-orang kaya, sementara rakyat kecil justru menjadi korban.

Ketua Fraksi Demokrat, Hakeem Jeffries, dalam pidatonya sebelum pemungutan suara, menyebut RUU ini sebagai "anggaran kotor yang kejam".

"Ini bukan tentang meningkatkan kualitas hidup rakyat Amerika. Ini hanyalah anggaran yang merugikan rakyat kecil demi segelintir orang kaya," tegas Jeffries.

RUU Picu Perseteruan Trump dan Musk

Di sisi lain, penghapusan subsidi energi bersih dan kendaraan listrik dalam RUU ini memicu perseteruan antara Trump dan Elon Musk. Keputusan tersebut menjadi pemicu konflik terbuka, di mana Musk terang-terangan menantang Trump dengan menyarankan agar semua subsidi Tesla dipangkas habis.

Kemenangan legislatif Trump kali ini menjadi penanda semakin panasnya dinamika politik di AS menjelang pemilu berikutnya. Kongres setujui RUU Trump di tengah pro-kontra yang makin meluas, menjadikan berita politik Trump terbaru ini sebagai sorotan utama dalam beberapa hari terakhir. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: New York Post

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU