Bantuan kemanusiaan untuk Gaza masih tertahan.
INDOZONE.ID - Bantuan kemanusiaan Gaza masih tertahan hingga Selasa (20/5/2025), sehingga belum bisa didistribusikan kepada warga yang sangat membutuhkan.
Meski beberapa pasokan sudah diturunkan di sisi Palestina dari perlintasan Kerem Shalom, akses bantuan kemanusiaan Gaza terblokir dan pendistribusian secara langsung ke dalam wilayah tersebut belum terealisasi, menurut juru bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Stephane Dujarric.
Dujarric menjelaskan bahwa pihak berwenang Israel mewajibkan agar semua bantuan diturunkan di sisi Palestina terlebih dahulu, kemudian harus dimuat ulang sebelum bisa dibawa masuk ke Gaza setelah akses dari dalam wilayah itu dianggap aman.
Baca Juga: RS Indonesia di Gaza Diserang Israel, 55 Orang Terjebak!
“Hari ini, tim kami sudah menunggu berjam-jam untuk mendapat lampu hijau dari pihak Israel agar dapat mengakses area Kerem Shalom dan mengambil pasokan nutrisi. Namun sayangnya, mereka belum berhasil membawa bantuan tersebut ke gudang kami,” ungkapnya.
Kondisi ini membuat PBB prihatin bantuan untuk Gaza sulit masuk dan semakin memperparah krisis kemanusiaan Gaza yang sudah memburuk sejak lama.
Sebelumnya, kantor kemanusiaan PBB di Jenewa melaporkan bahwa Israel telah memberikan izin untuk sekitar 100 truk bantuan masuk ke Gaza.
Namun, Kepala Bantuan Kemanusiaan PBB, Tom Fletcher, menilai jumlah itu masih sangat minim.
“Itu baru setetes air di tengah lautan,” katanya pada Senin lalu.
Di tengah situasi yang semakin memburuk ini, Israel menyatakan akan memperketat operasi militernya terhadap Hamas dengan tujuan menguasai seluruh Jalur Gaza.
Sejak serangan lintas batas oleh Hamas ke wilayah Israel pada Oktober 2023, Gaza sudah mengalami kehancuran akibat serangan udara dan darat yang terus berlanjut.
Pemerintah Israel menyebut blokade yang mereka berlakukan sebagian untuk mencegah kelompok militan Palestina menyalahgunakan bantuan yang masuk. Namun, tuduhan ini dibantah oleh Hamas.
Sebuah kelompok yang didukung Amerika Serikat dikabarkan sedang menyiapkan model distribusi bantuan baru yang akan mulai diterapkan di Gaza pada akhir Mei.
Namun, PBB menolak terlibat karena menilai rencana tersebut tidak bersifat netral.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Nypost.com