INDOZONE.ID - Seluruh bandara di Korea Selatan akan mewajibkan pemasangan kamera pendeteksi burung dan radar pencitraan termal buntut kecelakaan pesawat pada Desember lalu yang menewaskan 179 orang. Penerapan ini dijadwalkan akan dimulai pada tahun 2026.
Penyelidik mengungkapkan bahwa sekitar seminggu yang lalu mereka menemukan bukti adanya tabrakan dengan burung pada pesawat Boeing 737-800, dengan bulu dan noda darah terdapat di mesin pesawat.
Penyelidikan atas kecelakaan pesawat paling mematikan di Korea Selatan ini, masih berlangsung hingga saat ini. Penyelidikan akan berfokus pada tabrakan dengan burung serta struktur beton di ujung landasan pacu yang ditabrak pesawat setelah melakukan pendaratan darurat.
Baca Juga: Kotak Hitam Pesawat Jeju Air Berhenti Merekam Sebelum Menabrak Tembok Pembatas
"Radar deteksi burung akan dipasang di semua bandara untuk meningkatkan deteksi dini burung yang berada di kejauhan serta meningkatkan kemampuan respons pesawat," kata Kementerian Pertanahan dalam pernyataannya pada Kamis (6/2).
Radar deteksi burung mampu mendeteksi ukuran burung dan jalur pergerakannya, kemudian mengirimkan informasi tersebut kepada petugas lalu lintas udara.
Kementerian juga menambahkan bahwa semua bandara harus dilengkapi dengan setidaknya satu kamera pencitraan termal.
Hingga saat ini, hanya ada empat bandara di Korea Selatan yang memiliki kamera pencitraan termal. Namun, tidak diketahui apakah di antaranya ada yang sudah memiliki radar pendeteksi burung.
Baca Juga: Menteri Transportasi Korea Selatan Ingin Mundur, Bentuk Tanggung Jawab atas Kecelakaan Jeju Air
Tempat-tempat yang menarik burung, seperti tempat sampah juga harus dipindahkan dari area sekitar bandara.
Bulan lalu, Korea Selatan mengumumkan bahwa tujuh bandara akan menyesuaikan area keselamatan landasan pacu mereka setelah dilakukan peninjauan terhadap semua bandara di negara itu pasca-kecelakaan.
Para ahli keselamatan udara mengatakan bahwa korban akan lebih sedikit jika tidak ada struktur beton yang ditabrak pesawat Jeju Air setelah melakukan pendaratan darurat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BBC News