Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 14 JUNI 2024 • 16:48 WIB

Kapal Perang Rusia Tiba di Kuba, AS Dibuat Khawatir Krisis Misil 1962 Kembali Terjadi

Kapal Perang Rusia Tiba di Kuba, AS Dibuat Khawatir Krisis Misil 1962 Kembali TerjadiKapal Rusia terlihat di Havana, Kuba. (*EUTERS/Alexandre Meneghini)

INDOZONE.ID - Rusia pererat hubungan dengan Kuba sebagai tanggapan atas tindakan Barat yang mempersenjatai Ukraina. Sekelompok kapal perang taktis Rusia, termasuk kapal pendukung dengan sistem rudal presisi tinggi dilaporkan telah berlabuh di Havana dan Picu Kekhawatiran AS.

Sekelompok kapal perang taktis milik Rusia termasuk kapal pendukung yang sebelumnya meluncurkan rudal dengan presisi tinggi di Atlantik telah berlabuh di Havana, Kuba. Maksud kedatangan pasukan Angkatan Laut Rusia tersebut dilaporkan untuk melakukan pertemuan dengan komando Angkatan Laut Kuba dan gubernur Havana serta Kunjungan ke situs sejarah dan budaya.

Panglima Angkatan Laut Rusia, Alexander Moiseyev melalui media RIA Novosti mengonfirmasi berita kedatangan yang rencananya akan dilakukan dari 12-17 Juni tersebut dan melaporkan bahwa pendekatan terhadap Kuba hanyalah salah satu tugas perjalanan jarak jauh dalam rangka kerja sama internasional.

Baca Juga: Serangan Militer Ukraina Targetkan Warga Sipil di Novorossiysk Rusia

Laporan tersebut juga didukung dengan pernyataan Kementrian Luar Negeri Kuba yang mana menjelaskan bahwa kunjungan pasukan Angkatan Laut Rusia hanya dalam rangka pemenuhan hubungan persahabatan yang dilakukan secara ketat mematuhi peraturan internasional serta menekankan bahwa tidak ada kapal yang membawa senjata nuklir yang membahayakan wilayah sekitar.

Seorang analis politik AS, Gilbert Doctorow turut berkomentar dalam saluran TV India WION yang disiarkan secara langsung, bahwa kejadian tersebut merupakan salah satu respon Vladimir Putin yang sangat efektif dalam menghadapi strategi Barat yang mempersenjatai Ukraina.

"Dengan mengirim kapal-kapal Rusia ke Karibia, Putin membuat sebuah pernyataan langsung kepada Barat bahwa jika AS menempatkan rudalnya pada jarak 10-20 menit dari Moskwa atau St. Petersburg, maka dia dapat merespon dengan cara yang sama. Rusia dapat mengerahkan hulu ledaknya di Karibia pada jarak 5-10 menit dari Washington." Jelas Doctorow.

Ia menambahkan bahwa jika skenario tersebut terjadi, AS tidak memiliki waktu untuk membalas dan rudal yang diluncurkan Rusia dari Karibia tidak akan terbendung. Lebih lanjut ia juga menjelaskan bahwa Rusia memiliki respon terhadap setiap ancaman yang mungkin ditimbulkan AS pada mereka.

Baca Juga: YouTuber Asal Kuba Ditangkap Polisi saat Wawancara Langsung dengan Presenter TV Spanyol

Berlabuhnya kapal perang Rusia di Havana mengingatkan pada Krisis Misil yang terjadi pada tahun 1962 ketika Uni Soviet mengirimkan rudal balistik ke Kuba sebagai tanggapan terhadap penempatan rudal AS di Turki.

Meskipun krisis yang membawa dunia ke ambang perang nuklir tersebut berhasil diredakan dan konteks geopolitik pada saat ini berbeda, keberadaan kapal perang Rusia di Kuba sekali lagi menandakan ketegangan yang meningkat antara kekuatan-kekuatan besar dan potensi dampaknya terhadap stabilitas global.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ria.ru, Ria Novosti

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kapal Perang Rusia Tiba di Kuba, AS Dibuat Khawatir Krisis Misil 1962 Kembali Terjadi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!