Kapal kargo Galaxy Leader di kawal kelompok Houthi Yaman saat melintas di Laut Merah.
INDOZONE.ID - Kelompok Houthi Yaman mengklaim pihaknya mengizinkan 64 kapal melintasi Laut Merah setelah diketahui tidak memiliki hubungan dengan Israel.
Menurut laporan Anadolu Agenscy, kapal-kapal ini mengarungi Laut Merah sembari membentangkan spanduk bertuliskan "Kami tidak memiliki hubungan dengan Israel"
"Solusi paling sederhana yang membuat kapal lewat dengan aman saat melintasi Laut Merah," kata perwakilan Houthi, Mohamed Ali Al-Houthi yang dikutip dari Anadolu Agency.
Houthi juga mengatakan kondisi semua kapal-kapal itu selamat setelah mereka mengibarkan atribut tersebut.
Baca Juga: Amerika Akui Tak Bisa Kalahkan Houthi, tapi Janji akan Terus Balas Serangan di Laut Merah
Ketegangan Houthi akibat konflik di Gaza membuat kelompok ini terus bergerilya memblokade jalur Laut Merah terhadap kapal Israel atau yang berhubungan dengan negara tersebut.
Menurutnya, aksi ini dilakukan untuk mendukung Hamas serta menekan Israel agar menghentikan perang Gaza.
Menanggapi ancaman Houthi, Amerika Serikat pun ikut turun tangan dengan membentuk koalisi pertahanan yang terdiri dari banyak negara. Mereka bergabung dan melakukan serangan balik di wilayah Laut Merah.
Baca Juga: Rudal Houthi Menghantam Kapal Kontainer Milik Amerika Serikat di Teluk Aden
Konflik ini menimbulkan kekhawatiran adanya perluasan konflik di Timur Tengah. Selain itu, konflik ini juga ditakuti karena memungkinkan terjadinya inflasi karena pasokan dunia terganggu.
Pasalnya Laut Merah merupakan salah satu jalur penting di dunia bagi kapal-kapal menuju Terusan Suez dan Teluk Aden. Pemblokiran ini juga menyebabkan sekitar 12% perusahaan pelayaran di dunia menghindari rute tersebut. Sehingga beberapa perusahaan harus rela menambah waktu serta biaya pengiriman.
Penulis: Gina Nurulfadilah
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Anadolu Agency