INDOZONE.ID - Presiden Rusia Vladimir Putin mendesak penduduk perempuan negaranya untuk melahirkan 8 anak atau lebih dan menjadikan keluarga besar sebagai ‘norma’ mulai saat ini.
Tuntutan ini disampaikan Putin setelah semakin banyaknya lonjakan korban dalam perang melawan Ukraina.
Sampai saat ini, jumlah warga Rusia yang tewas dalam perang melawan Ukraina telah mencapai lebih dari 300.000 jiwa. Di sisi lain, angka kelahiran di negara ini pun terus menurun sejak tahun 1990-an, membuat Rusia mengalami krisis penduduk.
Baca Juga: Kapolri, Menhub hingga Menteri PUPR Rapat Bareng, Pengamanan Nataru 2023 Jadi Bahasannya
Dalam pidatonya melalui tautan video di Dewan Rakyat Rusia Sedunia di Moskow, pada Selasa (28/11) lalu, Putin mengatakan bahwa peningkatan populasi Rusia akan menjadi tujuannya dalam beberapa dekade ke depan.
“Banyak masyarakat kita yang mempertahankan tradisi keluarga, membesarkan empat, lima anak atau lebih. Ingatlah bahwa di keluarga Rusia, nenek dan nenek buyut kita memiliki 7 dan 8 anak,” dikutip dari Independent, Kamis (7/12).
“Mari kita lestarikan dan hidupkan kembali tradisi ini. Memiliki banyak anak, keluarga besar, harus menjadi norma, cara hidup bagi seluruh masyarakat Rusia,” imbuhnya.
Sementara itu, perang antara Rusia dan Ukraina telah memasuki tahun kedua dan memaksa Putin untuk memerintahkan wajib militer kepada sebagian penduduknya.
Dalam laporan sebuah media pada September lalu, Putin mengatakan bahwa pihaknya bermaksud memobilisasi hingga satu juta tentara cadangan.
Selain karena korban jiwa dalam perang, menurut kelompok kebijakan independent Re:Russia, invasi ke Ukraina telah menyebabkan sekitar 820.000 – 920.000 orang meninggalkan Rusia.
Baca Juga: Pesawat Tabrak Bukit di Papua Pagi Tadi, Beruntung Tak Ada Korban Jiwa
Karena kondisi ini, Moskow praktis mengalami kekurangan tenaga kerja yang parah. Sehingga menimbulkan peningkatan perlambatan ekonomi.
Hal ini juga diperparah dengan adanya beban sanksi yang dikenakan negara-negara Barat karena invasi Rusia di Ukraina.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Independent.co.uk