INDOZONE.ID - Vietnam baru-baru ini dikejutkan oleh skandal korupsi terbesar dalam sejarah Asia Tenggara, memunculkan pertanyaan tentang keadaan sektor perbankan dan properti negara ini.
Pada bulan lalu, pengembang real estat terkemuka Truong My Lan ditangkap dengan tuduhan menggelapkan dana sekitar US$12,4 miliar (191 triliun Rupiah) dari Saigon Commercial Bank, menyebabkan goncangan besar di dalam negeri.
Skala dugaan korupsi dalam skandal ini mencuat setelah pihak berwenang menuduh Truong My Lan, ketua Van Thinh Phat Holdings Group, meminjam uang lebih dari €40 miliar dari Saigon Commercial Bank dan mengambil sepertiganya melalui perusahaan-perusahaan bayangan. Dugaan korupsi ini melibatkan lebih dari 1.000 anak perusahaan di dalam dan luar negeri.
Baca Juga: Resmi! DPR RI Sahkan Revisi Kedua UU ITE
Pada pertengahan November, Kementerian Keamanan Publik merekomendasikan penuntutan terhadap 85 orang lainnya, termasuk 24 pejabat pemerintah dan rekanan dari Van Thinh Phat Holdings Group dan Saigon Commercial Bank. Skandal ini membuat gelombang investigasi korupsi melibatkan sejumlah pejabat tinggi dan bisnis besar di Vietnam.
Skandal ini bukan pertama kalinya sektor swasta terkena dampak investigasi korupsi. Pada tahun 2022, pimpinan perusahaan properti dan rekreasi FLC Group ditangkap atas tuduhan manipulasi pasar saham. Kekhawatiran muncul bahwa ketidakstabilan ekonomi dapat dipicu oleh skala korupsi yang terungkap.
Baca Juga: Gibran Minta Maaf Salah Sebut Asam Folat Jadi Asam Sulfat
Sejak tahun 2016, Partai Komunis Vietnam memulai kampanye antikorupsi besar-besaran, yang telah menyebabkan pemecatan ratusan pejabat partai dan pemerintah. Skandal terbaru ini mempertanyakan efektivitas kampanye tersebut dan menimbulkan kekhawatiran terkait kepercayaan dunia usaha di Vietnam.
Ketua Partai Komunis, Nguyen Phu Trong, menyatakan bahwa pemerintah "perlu melakukan perlawanan terhadap korupsi dengan lebih cepat dan lebih efisien." Namun, skandal ini juga menimbulkan pertanyaan tentang stabilitas politik, terutama dengan pembatalan perjanjian informal mengenai batasan masa jabatan dan usia pensiun oleh Trong.
Skandal korupsi terbesar ini menciptakan tantangan serius bagi Vietnam, baik dalam hal stabilitas ekonomi maupun politik. Dengan berlanjutnya investigasi dan penuntutan, dampaknya mungkin meluas ke sektor-sektor kunci lainnya, membawa perubahan besar dalam dinamika kekuasaan dan kebijakan di Vietnam.
Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone. Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Z Creators