INDOZONE.ID - Badai Tropis Koto tewaskan tiga orang di Vietnam dan satu lainnya masih hilang saat badai mendekati pesisir tengah pada Minggu (30/11/2025).
Situasi ini membuat pemerintah menetapkan langkah-langkah darurat untuk menghadapi situasi darurat badai tropis di Vietnam, terutama di wilayah yang sebelumnya telah terdampak banjir parah.
Dalam beberapa pekan terakhir, hujan lebat terus mengguyur wilayah tengah Vietnam, menyebabkan banjir di sejumlah kota bersejarah serta destinasi wisata favorit turis.
Baca juga: Banjir Terparah di Vietnam Tengah, 10 Orang Tewas dan Ribuan Rumah Terendam
Kerugian materi dilaporkan mencapai ratusan juta dolar AS dan kekhawatiran meningkat terkait dampak Badai Tropis Koto di Vietnam yang dapat memperburuk kondisi.
Pemerintah segera memerintahkan kapal nelayan untuk kembali ke daratan. Puluhan penerbangan juga dialihkan demi menghindari potensi bahaya.
Media lokal melaporkan dua kapal tenggelam akibat gelombang tinggi, sebuah kapal nelayan di Provinsi Khanh Hoa dan rakit kecil di Lam Dong yang menyebabkan tiga orang tewas, sementara satu korban masih dicari.
Biro cuaca Vietnam menyebut Koto berada lebih dari 300 km dari pantai pada Minggu pagi dan telah melemah dari kategori topan menjadi badai tropis.
Meski demikian, badai bergerak lambat dan diperkirakan masih akan membawa cuaca ekstrem sebelum menyentuh daratan awal pekan depan.
Baca juga: Sedikitnya 90 Tewas dan 12 Hilang akibat Banjir Besar di Vietnam Tengah
Curah hujan hingga 150 mm diprediksi turun pada Selasa dan Rabu, khususnya di daerah Hue hingga Khanh Hoa, wilayah yang baru saja berusaha bangkit dari banjir besar.
Pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan warga mengingat kondisi yang semakin tidak menentu.
Vietnam yang berada di jalur badai tropis paling aktif di dunia, biasanya dihantam sekitar 10 badai setiap tahunnya. Namun, Koto merupakan badai ke-15 sepanjang tahun ini.
Berdasarkan data statistik nasional, bencana alam di Vietnam sepanjang 2025 telah membuat lebih dari 400 orang meninggal atau hilang dan kerugian menembus US$3 miliar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: VN Express