INDOZONE.ID - Sebuah feri penumpang mengalami gangguan di tengah laut pada Rabu (19/11/2025) saat melintas di perairan barat daya Semenanjung Korea.
Insiden ini sempat menimbulkan kepanikan, namun seluruh 267 orang yang berada di atas kapal akhirnya berhasil diselamatkan tanpa korban jiwa.
Peristiwa ini kembali mengingatkan publik pada kecelakaan feri Korea Selatan yang pernah terjadi sebelumnya, termasuk tragedi Sewol yang masih membekas hingga kini.
Baca juga: Kesepakatan Trump dan Korea Selatan Tertunda karena Isu Kapal Selam Nuklir
Penjaga Pantai Korea Selatan memastikan bahwa proses evakuasi penumpang feri di laut Korsel berjalan cepat dan tertib.
Dari total 267 orang, sebanyak 27 penumpang mengalami luka ringan.
Mayoritas penumpang dibawa ke Kota Mokpo untuk pemeriksaan medis, sedangkan 21 anggota kru tetap berada di kapal untuk membantu proses lanjutan.
Baca juga: Kim Jong Un Sebut Pasukan Korea Utara di Rusia sebagai Tentara Heroik
Komisaris Jenderal Penjaga Pantai, Kim Yong-jin, mengatakan dugaan awal penyebab insiden berkaitan dengan kesalahan navigasi oleh kapten atau petugas kemudi.
Meski begitu, investigasi menyeluruh akan dilakukan untuk mengetahui pemicunya dengan pasti.
Presiden Lee Jae Myung, yang saat itu sedang melakukan kunjungan ke Timur Tengah, langsung memerintahkan agar setiap perkembangan operasi penyelamatan diumumkan secara transparan.
Feri Queen Jenuvia 2 yang mengangkut ratusan orang itu sedang melakukan perjalanan dari Jeju menuju Mokpo.
Menurut laporan, kapal tersebut menabrak pulau berbatu di dekat Jindo sehingga berhenti mendadak dan memerlukan bantuan darurat.
Beruntung, cuaca saat itu cukup baik sehingga proses evakuasi dapat dilakukan dengan cepat, membantu penyelamat memindahkan ratusan penumpang feri Korsel dievakuasi tanpa hambatan berarti.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters