Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 10 SEPTEMBER 2025 • 20:15 WIB

Kenalan dengan Carlo Acutis, Remaja dari London yang Jadi Santo Milenial Pertama

Kenalan dengan Carlo Acutis, Remaja dari London yang Jadi Santo Milenial PertamaCarlo Acutis jadi santo milenial pertama. (REUTERS/Guglielmo Mangiapane)

INDOZONE.ID - Seorang remaja asal London, Carlo Acutis, secara resmi dinobatkan menjadi santo millenial pertama dalam sebuah upacara penuh khidmat yang dipimpin Paus Leo XIV di lapangan Santo Petrus, Vatikan, pada Minggu (7/9/2025) waktu setempat.

Carlo Acutis lahir di London pada 3 Mei 1991 dan meninggal dunia di usia 15 tahun karena menderita leukimia.

Orang tua Carlo pindah dari Italia ke London pada 1988, namun kembali ke Milan tak lama setelah Carlo lahir.

Sejak masa kanak-kanak, Carlo dikenal sebagai anak yang baik dan taat akan Tuhan. Ia bahkan  menghadiri Misa setiap hari, sesuatu yang sulit dilakukan untuk anak seusianya. Di usia 7 tahun, Carlo resmi menerima Komuni Pertamanya. 

Baca juga:  Israel Serang Gereja di Gaza, Paus Leo XIV Serukan Gencatan Senjata

Selama hidupnya, Carlo sangat mencintai Ekaristi. Ia bahkan menyebut Ekaristi seperti jalan tol menuju surga dan memiliki devosi yang kuat kepada Bunda Maria.

Carlo menempuh pendidikan di Istituto Leone XIII, sekolah Jesuit di Milan. Guru-gurunya menyebut Carlo sebagai anak cerdas dengan bakat luar biasa dalam bidang komputer.

Carlo menggunakan bakat komputernya untuk membuat situs web yang mendokumentasikan mukjizat-mukjizat Katolik. Hal inilah yang membuatnya dijuluki "Influencer Tuhan."

Sebagai seorang remaja, Carlo juga gemar bermain game, namun dia membatasi dirinya hanya bermain satu jam per minggu.

Tak hanya cerdas, Carlo juga terkenal rendah hati, peduli, dan selalu melindungi teman-temannya.

Awal Oktober 2006, Carlo jatuh sakit dengan gejala seperti flu yang ternyata semakin parah. Tak lama kemudian, ia didiagnosis menderita leukemia akut. 

Selang berapa hari kemudian, tepatnya pada 12 Oktober, Carlo meninggal dunia. Ia dimakamkan di Milan, tapi  jasadnya kemudian dimakamkan di Assisi.

Ibu Carlo, Antonia Salzano, berjuang agar putranya diakui sebagai santo. Ia menyebut mukjizat pertama terjadi pada hari pemakaman Carlo, ketika seorang wanita penderita kanker payudara sembuh total setelah berdoa melalui perantaraannya.

Dua mukjizat kemudian diakui resmi oleh Paus Fransiskus, yang membuka jalan bagi proses kanonisasinya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: The Guardian, Jesuits

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kenalan dengan Carlo Acutis, Remaja dari London yang Jadi Santo Milenial Pertama

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!