INDOZONE.ID - Salah satu serba-serbi kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia, adalah penerbitan buku pimpinan tertinggi Indonesia itu.
Buku karya Presiden Prabowo yang dimaksud, berjudul “Kepemimpinan Militer”. Buku tersebut itu diterbitkan dalam bahasa Rusia oleh Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia di Saint Petersburg.
Presiden Prabowo Subianto salaman dengan Vladimir Putin. (ANATOLY MALTSEV/Pool via REUTERS)
Diketahui, buku tersebut menyajikan filosofi kepemimpinan militer Presiden Prabowo. Menurut Wakil Direktur Sains Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, Vladimir Sautov, buku tersebut menunjukkan bakat sastra Presiden Prabowo.
“Bapak Prabowo memiliki bakat sastra yang luar biasa. Dia menulis cukup banyak materi dan buku yang sangat menarik,” ujar Sautov, dikutip dari pers rilis, Rabu (25/6/2025).
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Minta Iran dan Israel Segera Cari Jalan Damai
Sautov juga menilai, penerbitan buku “Kepemimpinan Militer” karya Presiden Prabowo merupakan bagian dari kerja sama intelektual dan strategis mendalam, bukan sekadar seremonial.
“Dia mempercayakan kami untuk menerjemahkan buku ini ke dalam bahasa Rusia. Bersama agen Indonesia, kami menandatangani perjanjian untuk melindungi hak kekayaan intelektual,” tambahnya.
Dalam proses penerjemahan ke dalam Bahasa Rusia, beberapa tokoh dan ahli dengan kedekatan terhadap Bahasa Indonesia turut dilibatkan.
Sebut saja, Alexander Anatolievich Ivanov, mantan Duta Besar Rusia untuk Indonesia dan ASEAN, yang berkontribusi dalam penyusunan dan adaptasi naskah.
Baca juga: Dinilai Bahaya, Prabowo Didesak Jadikan Polemik 4 Pulau Aceh Momen Bersihkan Kabinet
Kontributor penting lainnya adalah Vladimir Morozov, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh, yang dikenal luas di Indonesia karena pernah bertugas selama 11 tahun dan fasih berbahasa Indonesia.
Sementara itu, pihak penerbit mengajukan permohonan kepada Staf Umum Federasi Rusia supaya buku karya Presiden Prabowo dikaji di kalangan militer dan ilmuwan strategis secara khusus.
“Memoar ini ditulis oleh Bapak Prabowo Subianto saat menjabat sebagai Menteri Pertahanan Republik Indonesia. Sebuah tugas diberikan kepada akademi militer Kepala Staf Umum,” jelas Sautov.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pers Rilis