Kuil Bulguksa di kota Gyeongju, Korea Selatan. (Yonhap News)
INDOZONE.ID - Kurang dari tiga bulan menjelang perhelatan besar, kota kuno Gyeongju tengah bersiap menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) yang akan digelar pada akhir Oktober 2025.
Gyeongju jadi tuan rumah KTT APEC 2025, dan momentum ini diharapkan dapat mengangkat nama kota tersebut ke panggung global sekaligus menjadi ajang diplomasi yang menampilkan kekayaan budaya Korea.
KTT APEC tahun ini menjadi yang kedua kalinya digelar di Korea Selatan setelah sebelumnya berlangsung di Busan pada tahun 2005.
Baca juga: Jepang Panik Karena Stok Menipis, Korea Selatan Pusing Karena Surplus Beras
Acara ini juga menjadi momen penting bagi Presiden Lee Jae-myung yang baru menjabat pada Juni lalu, setelah masa transisi politik yang cukup penuh gejolak.
Terletak sekitar 270 kilometer dari Seoul, Gyeongju adalah kota bersejarah yang dulunya merupakan ibu kota Kerajaan Silla.
Dengan julukan “museum tanpa dinding”, kota ini menyimpan berbagai situs peninggalan kuno yang memesona, seperti pagoda, makam kerajaan, dan kuil-kuil bersejarah.
Baca juga: Jepang Panik Karena Stok Menipis, Korea Selatan Pusing Karena Surplus Beras
Meski memiliki sejarah lebih dari seribu tahun, Gyeongju sering kali terlewatkan oleh wisatawan asing. Padahal kota ini adalah rumah bagi Kuil Bulguksa, salah satu situs Warisan Dunia UNESCO yang dibangun pada abad ke-8.
Di sinilah juga terdapat Lonceng Raja Seongdeok, lonceng kuno berusia lebih dari 1.200 tahun yang menjadi simbol kejayaan masa lalu.
Menurut Kim Yeon-ho, pemandu di Museum Nasional Gyeongju, “Gyeongju adalah akar dari budaya Korea. Mustahil memahami jati diri bangsa ini tanpa mengenal kota ini.”
Museum tersebut akan menjadi lokasi jamuan makan malam resmi KTT, yang dirancang untuk memperkenalkan para pemimpin dunia pada kekayaan budaya Dinasti Silla. Tak heran jika budaya Korea di KTT APEC kali ini akan menjadi sorotan utama yang memperkuat identitas tuan rumah.
Tahun lalu, Gyeongju mencatat sekitar 48 juta kunjungan dari wisatawan domestik, namun hanya 1,2 juta wisatawan asing yang berkunjung. Warga setempat berharap pariwisata Gyeongju di APEC 2025 bisa bangkit dan menarik lebih banyak pengunjung dari luar negeri.
“Saya berharap acara ini menjadi momen penting untuk memperkenalkan daerah kami dan membuat orang-orang ingin datang berkunjung,” kata Kim, salah satu warga lokal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Yonhap News