INDOZONE.ID - China kecam serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran yang dinilai membahayakan stabilitas kawasan dan merusak kredibilitas Washington sebagai aktor internasional.
Dalam pernyataan resmi yang disampaikan setelah pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Minggu, (22/6/2025), Beijing menyuarakan kekhawatirannya bahwa konflik ini dapat berkembang menjadi krisis yang lebih luas.
Dalam pertemuan tersebut, Duta Besar China untuk PBB, Fu Cong, berjabat tangan dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres di markas besar PBB, New York.
Baca juga: Ketar-ketir, AS Minta China Bujuk Iran Tak Tutup Selat Hormuz
Pertemuan itu diadakan menyusul serangan besar-besaran oleh Amerika Serikat, dan Israel terhadap situs-situs nuklir utama Iran.
Presiden AS Donald Trump menyatakan, negaranya telah 'menghancurkan' fasilitas nuklir penting milik Iran. Ini merupakan salah satu aksi militer terbesar yang dilakukan Barat terhadap Republik Islam Iran sejak Revolusi 1979.
Serangan ini memicu kekhawatiran akan konflik meluas, tidak hanya di Timur Tengah tetapi juga dalam hubungan internasional yang lebih luas.
Baca juga: AS dan China akan Gelar Pembicaraan Dagang di London pada 9 Juni
Sebagai bagian dari reaksi China terhadap serangan AS, Beijing bersama Rusia dan Pakistan mengajukan resolusi kepada Dewan Keamanan PBB yang beranggotakan 15 negara. Resolusi ini menyerukan penghentian tembak-menembak secara langsung dan tanpa syarat di kawasan.
Dalam pernyataannya, Fu Cong menyampaikan, pihak-pihak yang terlibat harus menahan diri, dan tidak tergoda menggunakan kekuatan militer. Ia memperingatkan, tindakan seperti ini hanya akan memperburuk situasi.
“Semua pihak, khususnya Israel, harus segera menghentikan serangan untuk menghindari eskalasi lebih lanjut dan mencegah penyebaran perang ke negara lain,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, meskipun Iran menjadi korban langsung, pernyataan China tentang AS menegaskan, reputasi dan kepercayaan terhadap Washington juga ikut tercoreng.
Media pemerintah China juga menyuarakan kritik tajam. Harian Global Times menilai serangan tersebut sebagai tindakan yang sangat provokatif dan berbahaya.
Dalam editorialnya disebutkan, campur tangan militer tidak pernah membawa perdamaian, melainkan memperdalam luka dan kebencian di kawasan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Usatoday.com