Sabtu, 15 FEBRUARI 2025 • 13:29 WIB

Update Keracunan Massal di Sleman: Polisi Masih Menunggu Hasil Forensik Sample Makanan

Author

Kondisi pada hari ini (10/2/2025) di salah satu posko Kabupaten Sleman terhadap pasien keracunan massal

INDOZONE.ID - Polresta Sleman masih menunggu hasil uji laboratorium forensik yang menyebabkan ratusan orang di Padukuhan Krasakan, Kalurahan Lumbungrejo, Tempel keracunan.

Hal ini disampaikan Kapolresta Sleman Kombes Pol Edy Setyanto Erning Wibowo saat ditemui dikantornya, pada Sabtu (15/2/2025).

"Kita masih menunggu hasil lab. Kemarin dari Dinas Kesehatan sudah ada tapi secara fisiknya belum diberikan ke kita," katanya.

Pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan terhadap sampel makanan ke laboratorium forensik dan juga memeriksa tempat-tempat yang diduga kuat ada kaitannya dengan kejadian tersebut.

Baca Juga: Peras Korban Rp300 Juta, Enam Orang Wartawan Gadungan ditangkap Polresta Sleman

"Kita melakukan juga tapi kita lihat dulu dari Dinas Kesehatan. Jadi kita nanti menimbang," ujarnya.

Pada penanganan hukum, Polresta Sleman saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi sebanyak delapan orang.

"Untuk pemeriksaan saksi masih 8 orang itu dan masih menunggu hasilnya," jelasnya.

Ditanya apakah kemungkinan ada pemanggilan saksi lain, Edy tak menapik kemungkinan akan ada (saksi lain) setelah hasil pemeriksaan sudah keluar.

"Setelah ada hasil pasti ada penambahan saksi," katanya.

Karena hasil penyelidikan tersebut belum keluar, pihaknya belum bisa menetapkan apakah penyedia konsumsi tersebut secara sengaja atau tidak sengaja meracuni ratusan warga itu.

BACA JUGA Keracunan Massal di Hajatan Sleman Ditetapkan sebagai KLB, Korban Dapat Bantuan Rp5 Juta

"Kita lihat dan pasti tahu hasil (lab) nanti seperti apa. Apakah itu sengaja atau kelalaian. Kalau lalai kita gunakan pasal kelalaian. Misal kalau ada barang yang dilarang kemudian dia memang sengaja ya itu diterapkan pasal kesengajaan. Jadi belum bisa ditetapkan (tersangka)," tuturnya.

Kasat Reskrim Polresta Sleman AKP Riski Adrian

Kasat Reskrim Polresta Sleman AKP Riski Adrian menambahkan, sampel makanan dalam acara hajatan pesta pernikahan di Tempel sudah dikirimkan ke laboratorium forensik di Semarang, Jawa Tengah.

Pengecekan terhadap sampel makanan yang dilakukan pihak kepolisian dan dinas kesehatan berbeda. Meskipun sampel makanan yang dikirimkan sama.

“Kalau laboratorium forensik itu yang diperiksa zat kimia. Kalau dinas kesehatan yang diperiksa mikrobiologinya. Kalau biokimia itu bakteri yang diuji, sedangkan kita yang cek itu senyawa kimia yang mana apakah ada boraksnya, atau ada sianida, atau ada formalinya. Jadi beda," jelas Adrian.

BACA JUGA Polisi Akan Kembangkan Kasus Keracunan Massal di 3 Titik Sleman, Ada Tersangka?

Dugaan Temuan Senyawa Kimia Bahaya

Informasi terbaru, kata Adrian menuturkan sample uji makanan sudah keluar.

Berdasarkan hasil pengujian terhadap sampel makanan yang disajikan dalam acara tersebut, beberapa makanan ditemukan diduga terkontaminasi tiga bakteri yang menyebabkan keracunan.

"Ada (temuan itu). Pokoknya minggu depan sudah ada jawaban," ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU