Senin, 23 FEBRUARI 2026 • 12:43 WIB

Kapan 1 Syawal 2026? Ini Jadwal Idulfitri, Sidang Isbat, dan Potensi Perbedaannya

Author

Ilustrasi. Kapan 1 Syawal 2026? Benarkah jadwal Lebaran Muhammadiyah dan Pemerintah tahun ini akan berbeda lagi? Temukan jawaban pastinya di sini. (Freepik)

INDOZONE.ID - Menjelang pertengahan tahun, umat Islam di Indonesia mulai menantikan datangnya hari kemenangan. Persiapan mudik, pemesanan tiket, hingga pengaturan jadwal cuti membuat banyak masyarakat mulai mencari tahu kapan 1 Syawal 2026 ditetapkan.

Pada tahun 1447 Hijriah ini, umat Islam di Tanah Air diprediksi akan merayakan Hari Raya Idulfitri pada hari yang berbeda antara ketetapan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dengan Pemerintah dan Nahdlatul Ulama (NU).

Untuk membantu Anda menyusun rencana libur Lebaran, berikut adalah rangkuman jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang paling sering dicari seputar jadwal Idulfitri 2026.

Baca juga: Pemprov DKI Ikuti Kebijakan WFA saat Idul Fitri 1447 H, Pelayanan Publik Diminta Tetap Optimal

Hari Raya Tahun 2026 Jatuh pada Bulan Apa?

Berdasarkan penanggalan kalender Masehi dan Hijriah, Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di tahun 2026 dipastikan jatuh pada bulan Maret. Namun, terdapat perbedaan estimasi tanggal antara Muhammadiyah dan Pemerintah.

1 Syawal Jatuh di Hari Apa?

Jatuhnya tanggal 1 Syawal 1447 H diperkirakan akan terbagi menjadi dua hari, yakni hari Jumat dan Sabtu. Berikut rinciannya:

1. Versi Muhammadiyah (Jumat, 20 Maret 2026)

PP Muhammadiyah telah mengeluarkan keputusan resmi jauh hari sebelumnya. Berdasarkan perhitungan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) atau kriteria global ala Turki, Muhammadiyah menetapkan bahwa 1 Syawal 1447 H jatuh pada hari Jumat, 20 Maret 2026.

2. Versi Pemerintah dan NU (Berpotensi Sabtu, 21 Maret 2026)

Pemerintah dan NU diprediksi akan menetapkan 1 Syawal 1447 H pada hari Sabtu, 21 Maret 2026. Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa perbedaan ini terjadi karena perbedaan kriteria penentuan awal bulan.

Pemerintah menggunakan kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) yang mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Berdasarkan prediksi astronomis, pada saat pemantauan dilakukan, posisi hilal di wilayah Asia Tenggara diperkirakan belum memenuhi syarat kriteria MABIMS tersebut, sehingga bulan Ramadhan akan digenapkan menjadi 30 hari (istikmal).

Kapan Sidang Isbat Idulfitri 2026?

Untuk menetapkan kepastian 1 Syawal 1447 H, Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia baru akan mengambil keputusan final setelah menggelar Sidang Isbat.

Sidang Isbat penentuan Idulfitri 2026 dijadwalkan akan digelar pada hari Kamis, 19 Maret 2026. Sidang ini akan menggabungkan hasil perhitungan astronomis (hisab) dengan hasil pengamatan hilal secara langsung (rukyatul hilal) yang dilakukan di berbagai titik pemantauan di seluruh penjuru Indonesia.

Baca juga: Tahun 2033 Ada Dua Kali Lebaran, Dapat THR Dua Kali?

Berapa Hari Lagi Idul Fitri Tahun 2026?

Menghitung mundur dari waktu saat ini, yakni akhir Februari 2026 (23 Februari 2026), hari kemenangan sudah semakin dekat.

Mengingat bulan Februari tahun 2026 memiliki 28 hari, maka sisa waktu menuju perayaan Lebaran adalah:

  • Sekitar 25 Hari Lagi bagi umat Islam yang merayakan Idulfitri pada Jumat, 20 Maret 2026 (Muhammadiyah).
  • Sekitar 26 Hari Lagi bagi umat Islam yang menunggu ketetapan Pemerintah dan merayakan Idulfitri pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Meskipun terdapat potensi perbedaan jatuhnya hari raya, masyarakat diimbau untuk tetap menjaga kerukunan dan toleransi. Perbedaan penetapan kapan 1 Syawal 2026 murni didasari oleh metode serta kriteria keilmuan astronomi yang diyakini oleh masing-masing pihak, dan keduanya memiliki dasar pandangan yang kuat.

Selamat menyongsong hari kemenangan, persiapkan rencana mudik Anda dari sekarang dengan bijak!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: CNN, Berbagai Sumber

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU