Ilustrasi idul adha. (freepik)
INDOZONE.ID - Memasuki awal tahun, pencarian informasi seputar hari besar keagamaan biasanya meningkat. Salah satu yang paling banyak ditanyakan masyarakat adalah Idul Adha 2026 tanggal berapa. Pertanyaan ini bukan tanpa alasan.
Idul Adha memiliki makna religius yang sangat penting, sekaligus menjadi momen kebersamaan keluarga dan waktu yang dinanti untuk beristirahat dari rutinitas kerja.
Selain berkaitan dengan pelaksanaan ibadah kurban, kepastian tanggal Idul Adha juga berpengaruh pada perencanaan cuti, perjalanan, hingga agenda keluarga. Oleh karena itu, rujukan dari pemerintah dan organisasi keagamaan menjadi pegangan awal bagi masyarakat.
Lantas, kapan Idul Adha 2026 diperkirakan jatuh dan bagaimana hari libur Idul Adha 2026 yang telah ditetapkan pemerintah? Berikut penjelasan lengkapnya.
Baca juga: Libur Panjang Idul Adha Usai, Korlantas Polri Sebut Tak Ada Peristiwa Menonjol
Ilustrasi Idul Adha. (INDOZONE)
Idul Adha merupakan salah satu hari raya besar dalam Islam yang diperingati setiap tanggal 10 Zulhijah.
Hari raya ini memperingati keteladanan Nabi Ibrahim AS yang menunjukkan kepatuhan total kepada Allah SWT, serta keikhlasan Nabi Ismail AS. Peristiwa inilah yang menjadi dasar disyariatkannya ibadah kurban.
Selain itu, Idul Adha juga bertepatan dengan puncak pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci. Jutaan umat Islam dari berbagai penjuru dunia berkumpul di Makkah untuk menyempurnakan rukun Islam kelima.
Dengan makna spiritual dan sosial yang begitu kuat, Idul Adha selalu dinantikan setiap tahunnya.
Baca juga: Hangatnya Kebersamaan Idul Adha di Balik Jeruji: Warga Binaan Lapas Banyuwangi Nyate Bareng
Mengacu pada Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang dirilis Kementerian Agama RI, Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Penentuan ini didasarkan pada perhitungan 10 Zulhijah 1447 H dalam kalender resmi tersebut.
Prediksi ini tercantum jelas dalam kalender Hijriah Mei 2026 yang disusun oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam.
Kalender tersebut menggunakan metode hisab dengan perhitungan astronomi yang telah disesuaikan dengan kriteria penentuan awal bulan Hijriah di Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan Penulis