Sabtu, 20 SEPTEMBER 2025 • 10:12 WIB

World Cleanup Day, Bupati Banyuwangi dan Ratusan Warga Angkut 327 Kg Sampah dari Pantai Seranite

Author

Bupati Ipuk Bersama Ratusan Warga Bersihkan Sampah di Pantai Seranite (Humas Pemkab banyuwangi)

INDOZONE.ID - Banyuwangi kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui kegiatan World Cleanup Day 2025. 

Pada Jumat (19/9/2025), Pantai Seranite di Kelurahan Lateng menjadi lokasi utama gerakan bersih-bersih yang melibatkan ratusan warga, relawan, pelajar, nelayan, hingga aparat TNI-Polri.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, turut hadir dan bergabung dengan peserta aksi. Ia tampak berjalan menyusuri garis pantai sambil memungut sampah yang berserakan. 

“Gerakan bersih pantai ini harus menjadi budaya, bukan hanya peringatan seremonial. Semua orang harus terbiasa membuang sampah pada tempatnya,” ujar Ipuk.

Baca juga: Ojol Geruduk Kantor Kapolda Metro Jaya Siang Tadi, Rupanya untuk Jemput Bansos

Pantai Seranite dikenal sebagai destinasi wisata yang ramai dikunjungi. Karena itu, Ipuk menegaskan bahwa kebersihan pantai sangat memengaruhi kenyamanan wisatawan. 

Jika lingkungan bersih, wisatawan akan merasa betah, yang pada akhirnya memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar.

Gerakan ini tidak dilakukan sendiri oleh pemerintah daerah. Berbagai komunitas lingkungan ikut serta, di antaranya Emfitrust, Yayasan Rijig Pradana Wetan, Eco Enzyme Nusantara, Osoji Club, serta Sungai Watch. 

Mereka bahu-membahu membawa karung besar untuk mengangkut sampah anorganik, terutama plastik dan styrofoam.

Baca juga: Atasi Kelangkaan, Bahlil Lahadalia Izinkan Pengecer BBM Swasta Impor Lewat Pertamina

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi, Dwi Handayani, mengatakan bahwa kegiatan bersih-bersih ini sudah berlangsung sejak 15 September dan akan terus berlanjut hingga 15 Oktober. 

“Hari ini, aksi bersih dilakukan serentak di berbagai titik Banyuwangi. Khusus di Pantai Seranite, kami berhasil mengumpulkan 327 kilogram sampah,” jelasnya.

Dwi menambahkan bahwa sebagian besar sampah adalah plastik sekali pakai dan styrofoam. Ia mengingatkan masyarakat agar lebih bijak menggunakan kemasan makanan. 

"Styrofoam adalah limbah yang sulit diolah. Kami harap masyarakat mulai mengurangi penggunaannya,” ujarnya.

Baca juga: Daftar Lengkap 17 Hari Libur Nasional dan 8 Hari Cuti Bersama di 2026: Siapkan Liburanmu dari Sekarang!

Seluruh sampah yang terkumpul dari Pantai Seranite kemudian diangkut ke TPS 3R Balak, Kecamatan Songgon, untuk dipilah dan didaur ulang. Namun, limbah styrofoam tetap menjadi masalah serius karena tidak dapat diurai.

Prasetyo Ibnu Toat dari Banyuwangi Hijau yang juga inisiator gerakan ini menegaskan pentingnya partisipasi semua pihak. 

“Ada sekitar 15-20 relawan yang terlibat dalam kegiatan ini. Target kami selama sebulan penuh adalah menjadikan Banyuwangi bersih dari sampah. Namun itu hanya bisa tercapai jika seluruh masyarakat ikut bertanggung jawab,” katanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas Pemkab Banyuwangi

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU