Gerai Pizza Hut. (Facebook/Pizza Hut Indonesia)
INDOZONE.ID - Pizza Hut Indonesia menghadapi tantangan berat tahun ini dengan menjadi salah satu restoran cepat saji yang mengalami kerugian.
Hingga kuartal III 2024, perusahaan mencatatkan kerugian hingga Rp 96,7 Miliar, meningkat tajam dibandingkan kerugian Rp 38,95 Miliar pada periode yang sama tahun 2023.
Kondisi Pizza Hut alami kerugian ini bahkan memaksa penutupan 20 gerai Pizza Hut di berbagai wilayah.
Baca Juga: McDonald Alami Penurunan Penjualan Global Akibat Konflik Israel dan Palestina
Informasi ini disampaikan oleh Boy Ardhitya Lukito, Direktur Operasional PT Sarimelati Kencana Tbk, induk perusahaan Pizza Hut Indonesia, melalui laporan hasil pelaksanaan paparan publik atau Public Expose tahun 2024.
Boy Ardhitya menjelaskan bahwa kerugian ini dipengaruhi oleh dua tekanan bisnis utama:
Kondisi ekonomi yang menekan kelas menengah menjadi faktor signifikan.
Penurunan daya beli membuat masyarakat lebih memilih menahan pengeluaran untuk kebutuhan konsumsi makanan di luar rumah, termasuk restoran seperti Pizza Hut.
Konflik geopolitik antara Israel dan Palestina turut memberikan dampak.
Respons masyarakat terhadap perusahaan dinilai berpengaruh terhadap penurunan performa bisnis, meskipun hubungan langsungnya tidak dijelaskan secara rinci.
Kerugian besar yang dialami Pizza Hut Indonesia menjadi sorotan publik, mengingat perusahaan ini selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu jaringan restoran cepat saji terkemuka.
Baca Juga: KFC Indonesia Tutup 47 Gerai, 2.274 Karyawan Terkena PHK dan Alami Kerugian Rp 557 Miliar
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Laporan Public Expose