INDOZONE.ID - Menteri Perdagangan (Mendag) RI menjalin mitra usaha usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Ini bertujuan mendorong pelaku usaha industri kreatif supaya terjadi kemitraan yang luas, karena mengingat saat ini permintaan ekspor dari negara luar tinggi.
Dipilihnya DIY sebagai mitra kerjasama tersebut, lantaran produk yang dihasilkan pelaku UMKM Yogyakarta telah menerapkan ramah lingkungan sehingga dicintai pangsa pasar luar negeri.
"Ini harus terstandarisasi dulu, sebab jika tidak, barangnya akan balik, karena tidak memenuhi standar Eropa yang mempunyai empat musim," kata Sekretaris Provinsi (Sekprov) DIY Benny Suharsono saat menemani Mendag Zulkifli Hasan melepas ekspor produk dekorasi CV Palem Craft ke Spanyol di Trirenggo, Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul baru-baru ini.
Baca Juga: Mendag Zulkifli Hasan Imbau Masyarakat Laksanakan Kurban di Rumah Potong Hewan
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) meminta agar para pelaku UMKM terus menggencarkan pemasarannya ke wilayah Eropa agar bisa dikenal di seluruh dunia.
Mendag menilai, orang-orang Eropa itu sangat menyukai hasil dari produk industri kreatif orang Indonesia.
"Cari aja, gali digital marketing, yang bisa keluar (industri kreatif, Red), pasti akan banyak ke sana. Pasar-pasar lama juga harus dikembangkan lagi," jelas Zulhas.
Tidak hanya Eropa, mereka juga tidak lupa untuk memasarkan produknya ke ASEAN. Mengingat, saat ini negara-negara di ASEAN menjadi besar karena memiliki uang yang banyak. Ditambah lagi, di ASEAN itu Indonesia bisa berdagang dengan bebas dan tanpa hambatan atau bebas dari tarif ekspor.
"Jangan mereka aja yang menyerbu kita, kita juga bisa ke sana. Kita serbu mereka pakai craft, karena dia tidak bisa seperti kita," tegasnya
Baca Juga: Harga Beras Premium Melambung Tinggi, Mendag Zulhas Sarankan Konsumsi Beras Bulog
Meskipun produk industri kreatif dari Indonesia belum menjadi nomor satu terbaik dunia, setidaknya ia berharap Indonesia bisa menampilkan produk yang berbeda dari negara-negara lain.
Diakuinya, Indonesia mempunyai prospek yang luar biasa karena produk yang dihasilkan terbuat dari gabungan keterampilan seni dan bahan baku alam asli Indonesia, yang tentunya tidak setiap negara punya.
"Sesuatu yang kita punya ini kalau ditanam di Barat kan nggak tumbuh. Jadi kita ini tidak ada lawan sebenarnya. Tinggal bagaimana bahan baku tambah banyak dan harus diimbangi kreativitas yang berkembang juga," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan