INDOZONE.ID - Bakal calon Wali Kota Bekasi Mochtar Muhammad atau yang karib disapa M2 membeberkan alasan mengapa dirinya ikut bertarung dalam Pilkada 2024 di Kota Bekasi.
Mochtar menuturkan, alasan yang pertama kenapa dirinya maju adalah turunnya kursi PDI Perjuangan di DPRD Kota Bekasi. PDI Perjuangan saat ini mendapat 9 kursi setelah sebelumnya berhasil meraih 12 kursi.
"Hasil Pileg DPRD Kota Bekasi turun dari 12 ke 9, sehingga harus koalisi dengan partai lain untuk tiket Pilkada 10 kursi. Sampai saat ini belum mendapat parpol untuk gabung. Parpol lain gabung apabila saya yang maju Pilkada," jelas Mochtar kepada wartawan, Sabtu (4/5/2024).
Baca Juga: Kontroversi Swedia Mengizinkan Kembali Aksi Pembakaran Al-Quran
Alasan kedua adalah soal krisisnya tokoh politik yang ada di Kota Bekasi. Ia menilai, tahapan Pilkada di KPU sudah berjalan, namun hingga kini belum ada sosok yang terlihat mencolok dalam kontestasi Pilkada di Kota Bekasi.
"Ketiga, dalam rapat koordinator (Rakor) di DPP yang diikuti seluruh Indonesia, di Menteng Jakarta Pusat, saya disuruh maju oleh Pimpinan Rapat DPP yaitu Utut Adianto," jelas Mochtar.
Alasan keempat adalah dirinya mengaku mendapat dorongan dari warga.
Baca Juga: Polisi Ungkap Suami Sempat Lakukan Hal Ini ke Istri Sebelum Dimutilasi di Ciamis
Mochtar bercerita, saat hari terakhir pengambilan Formulir di DPC PDI Perjuangan, Ketua RW di Forum RW Bekasi Utara lah yang mengambil dan mengantar ke rumahnya. Kemudian saat dibicarakan dalam rapat Partai DPD M2 harus dipersilakan maju di Pilkada Kota Bekasi.
"Tahapan awal rapat tentang Pilkada mengundang Bacawalkot dan DPC se-Jabar, dari Kota Bekasi calon internal tidak datang, dan DPC KSB tidak hadir pula, ini memperparah situasi," kata dia.
Alasan yang kelima, Mochtar mengaku terus mendapat pesan dan permintaan dari warga bahwa dirinya diminta kembali menjabat.
Baca Juga: Polda Metro Asistensi Polres Jakut, Usut Kasus Mahasiswa STIP Tewas Ditangan Senior
Mochtar sendiri merupakan mantan Wali Kota Bekasi periode 2008-2013 lalu. Ia maju bersama partainya PDI Perjuangan.
"Setiap hari saya menerima omongan, dan WhatsApp dari orang yang saya kenal dan yang tidak kenal. Sehingga diputuskan untuk maju setelah rapat keluarga," ungkap Mochtar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Dan Wawancara