Barang bukti ratusan motor dalam kasus penggelapan kendaraan yang libatkan oknum TNI AD
INDOZONE.ID - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya akan berkoordinasi dengan Divisi Hubungan Internasional (Div Hubinter) Polri, terkait kasus pencurian ratusan motor dan mobil baru yang melibatkan tiga prajurit TNI AD.
Koordinasi ini dilakukan untuk menangkap pelaku yang berada di negara Timor Leste.
"Kami juga mencoba koordinasi nanti dengan Div Hubinter untuk melakukan koordinasi nanti dengan kepolisian Timor Leste, apakah nanti kita bisa menjangkau ke arah ke sana," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wira Satya kepada wartawan, Kamis (11/1/2024).
Sindikat pencurian dan penggelapan ratusan kendaraan yang tengah mencuat ini memiliki jaringan di Timor Leste.
Baca Juga: Kronologi Pengungkapan Kasus Pencurian Ratusan Kendaraan Libatkan 3 Oknum TNI
Mereka mengirim kendaraan-kendaraan hasil penggelapan dari dalam negeri untuk dijual di Timor Leste.
"Tersangka menjualnya di Timor Leste. Mereka mengenal para pembeli di sana melalui akun FB," ucapnya.
Lebih jauh Wira mengatakan, ada empat nama dari jaringan ini yang kini berada di Timor Leste, yang merupakan pembeli kendaraan-kendaraan hasil kejahatan dari para tersangka.
"Ada beberapa nama yaitu ada empat orang warga Timor Leste," kata Wira.
Sejumlah kendaraan roda empat yang diduga digelapkan oleh oknum TNI
Sebelumnya, Polda Metro Jaya bersama Puspomad V Brawijaya berhasil membongkar kasus pencurian dan penggelapan ratusan kendaraan baik motor maupun mobil.
Ratusan kendaraan yang mayoritas kendaraan baru itu berhasil ditemukan di gudang TNI AD yang berada di Sidoarjo, Jawa Timur.
Baca Juga: Buntut Gudang TNI Jadi Penampungan Kendaraan Curian, KSAD Minta Evaluasi SOP
Dalam kasus ini, ada dua warga sipil yang sudah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.
Ada pula tiga oknum prajurit TNI AD yang juga tengah diproses oleh Puspomad berkaitan dengan kasus tersebut.
Aksi sindikat ini dengan cara membeli kendaraan baru dari para kreditur. Kreditur-kreditur jaringan mereka lebih dulu melakukan pembelian kendaraan baik motor maupun mobil baru menggunakan identitas palsu.
Setelah kendaraan dipegang oleh para tersangka, mereka akan mengirim kendaraan tersebut ke Timor Leste untuk dijual, menggunakan jalur laut dalam setiap kali pengirimanya.
Writer: Putri Surya Ningsih
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan