Sekelompok Houthi berbaris di Sanaa, Yaman yang akan dikirim berperang ke Gaza
INDOZONE.ID - Amerika Serikat yakin bahwa negara Iran terlibat dalam peristiwa penyerangan di Laut erah oleh kelompok Houthi. Tuduhan ini disebut lewat asisten senior presiden Amerika Serikat Joe Biden pada Kamis (7/12).
Wakil penasihat keamanan nasional Gedung Putih, John Finer juga meyakini secara terang-terangan ada peran Iran dalam serangan Houthi.
"Houthi tidak memiliki persenjataan, tidak memiliki intelijn, tidak ada motivasi untuk melakukan hal ini kalau bukan karena peran IRGC (singkatan dari Korps Pengawal Revolusi Islam Iran)," kata Finer yang dikutip dari Reuters Jumat (8/12).
Baca Juga: Arab Saudi MInta Amerika Serikat Agar Tak Tanggapi Serangan Houti Yaman
Finer juga menegaskan bahwa Iran berperan banyak dalam serangan-serangan yang diluncurkan oleh kelompok Houthi kemarin.
"Mereka terlibat dalam serangan ini, (mulai dari) perencanaan, eksekusi, otorisas dan akhirnya mereka mendukung Houthi," kata Finer.
Namun, tudingan yang dilayangkan oleh Amerika dibantah oleh Iran. Iran mengklaim bahwa mereka tidak terlibat dalam serangan-serangan kelompok Houthi.
Sejalan dengan hal itu, Houthi juga memploklamirkan dirinya bahwa serangan yang diluncurkan merupakan tanggapan atas serangan yang dilakukan oleh Israel terhadap Hamas pada 7 Oktober 2023.
Menanggapi hal ini, Amerika ta segan-segan jatuhkan sanksi akibat serangan yang terjadi di Laut Merah. Sanksi ini mereka jatuhkan terhadap 13 individu perorangan dan perusahaan yang diduga telah menyalurkan puluhan juta dolar ke kelompok Houthi hasil penjualan komoditas Iran yakni minyak.
Baca Juga: Houti Yaman Serang Kapal Perang Amerika, Peringatan agar Israel Setop Genosida di Palestina
Amerika juga akan membekukan semua properti dan kepentingan di negaranya, serta melarang warga Amerika untuk melakukan kerjasama dengan mereka.
Seorang fasilitator keuangan Iran, Sa'id Al-Jamal disebut dikenakan sanksi karena memanfaatkan jaringan pengiriman uang Iran agar tersalurkan kepada kelompok Houthi.
Perusahaan pemberi pinjaman di Turki serta jasa pengiriman St. Kiss dan Nevis serta Rusia juga dikenakan sanksi oleh adi daya ini.
Gina Nurulfadilah
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters