Kolase foto Waduk Rawa Lindung dan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto (Antaranews)
Sekretaris PDIP Hasto Kristiyanto mengungkap adanya praktik pembuangan limbah oleh perusahaan konveksi di Waduk Rawa Lindung, Jakarta Selatan, DKI Jakarta.
Limbah menyebabkan kondisi air waduk tercemar. Hal inilah yang menyebabkan DPP PDIP batal menebar ribuan benih ikan air tawar di waduk tersebut, Minggu (21/3/2021).
Menurut Hasto, praktik pembuangan limbah ke waduk itu dilakukan secara diam-diam. Hal ini terungkap berdasar keluhan warga setempat. Praktik itulah yang menyebabkan air berwarna gelap dan berbau.
"Kalau dari Pemda menegaskan aturan siapa pun termasuk perusahaan konveksi tidak boleh membuang limbah di sini maka ini akan punya potensi ekonomi," kata Hasto dilansir dari ANTARA.
Padahal, lanjut Hasto, jika air di waduk seluas sekitar satu hektare itu bersih maka berpotensi menghasilkan ikan sekitar 25-30 ton dalam tiga bulan.
Produksi itu diperkirakan mampu mendatangkan keuntungan mencapai Rp3 miliar. Perkiraan ini, kata Hasto, berdasar perhitungan balai benih ikan.
"Kemarin sudah dicek, kualitas air bagus. Rupanya di sini ada yang diam-diam buang limbah," kata Hasto.
Sebelumnya, DPP PDIP berencana menebar benih ikan tawar dan melakukan penanaman bibit pohon di Waduk Rawa Lindung, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jakarta, Minggu (21/3/2021).
Rencananya, sebanyak 170 ribu benih ikan tawar bakal ditabur di dalam waduk seluas satu hektare itu. Namun karena tercemar, maka ratusan ribu ikan yang dikemas dalam plastik terpaksa diangkut kembali.
Benih ikan tersebut berasal dari Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Karena batal di waduk, benih ikan-ikan tersebut akan ditebar di Sungai Ciliwung, Pesanggrahan, dan beberapa sungai lainnya.
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: