Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 10 JUNI 2026 • 16:40 WIB

Ini Kata Pertamina soal Harga Pertamax Naik Setelah Ditahan Selama Berbulan-bulan

Ini Kata Pertamina soal Harga Pertamax Naik Setelah Ditahan Selama Berbulan-bulanPetugas melakukan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis pertamax. (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)

INDOZONE.ID - VP Commercial & Shipping Business Development Pertamina Patra Niaga Sigit Setiawan menjelaskan alasan Pertamina menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi dalam hal ini Pertamax. Sigit mengatakan, kenaikan harga dilakukan demi menjaga ketersediaan stok.

"Beberapa waktu kemarin itu masih bisa kami tahan, tetapi kenapa kok hari ini nggak bisa nahan? Karena kami harus memastikan ketersediaan di pasar itu ada barangnya,” ujar Sigit dalam Sarasehan Energi bertajuk “Transisi Energi dalam Memitigasi Konflik Global” yang digelar di Universitas IPB, Bogor, Jawa Barat, Rabu (10/6/2026).

Sigit mengungkapkan, sejak perang AS-Israel Vs Iran dimulai, harga BBM yang diimpor Pertamina dari pasar internasional mengalami kenaikan dan berada di atas harga jual BBM di dalam negeri.

Baca juga: Gaduh Dugaan BBM Oplosan, IPW Dorong Kapolri Perintahkan Polsek Uji Pertamax di Seluruh SPBU

Meski demikian, menurut Sigit, Pertamina memahami kondisi pemerintah yang saat itu menghadapi tantangan besar untuk menjaga daya beli masyarakat agar tetap stabil.

Ia menuturkan, apabila harga BBM dalam negeri langsung disesuaikan mengikuti lonjakan harga minyak dunia, biaya produksi di berbagai sektor berpotensi ikut meningkat. Dampaknya, aktivitas ekonomi bisa melambat dan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional menjadi lebih sulit.

“Kalau biaya produksinya naik, akan berpengaruh ke harga jual produk yang dihasilkan. Berarti harga di pasar akan naik. Masyarakat konsumen bisa membeli, nggak? Tentu berat,” kata Sigit.

Situasi ini membuat Pertamina sempat menahan harga BBM nonsubsidi dari Maret 2026 hingga awal Juni 2026. Namun langkah tersebut berdampak kepada kemampuan Pertamina untuk membeli BBM.

“Pertamina mengimpor BBM dengan harga tinggi, terus kami jual di domestik harganya rendah. Uang yang kami dapat (dari penjualan domestik) untuk membeli BBM di market (impor) tidak lagi mendapatkan volume yang sama,” ujar Sigit.

Ketidakseimbangan antara pendapatan dan biaya yang harus ditanggung Pertamina membuat kemampuan perusahaan untuk mengimpor BBM menjadi semakin terbatas. Akibatnya, volume impor BBM yang dapat dilakukan tidak lagi sebesar sebelumnya.

“Kami tidak ingin kondisinya terus-terusan seperti ini, sehingga ketersediaan produk energi di masyarakat akan menurun. Ketika ada puncak permintaan, kondisi ini (penurunan stok energi) akan menjadi masalah,” kata Sigit.

Oleh karena itu, setelah berkonsultasi dan berdiskusi dengan pemerintah, diputuskan Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green.

Baca juga: Dirut Pertamina Tegaskan Pertamax Sesuai Standar dan Spesifikasi

“Kami ingin memberikan pesan bahwa ini (harga BBM) memang perlu naik karena kondisinya memang harus kami pastikan terkait dengan ketersediaan suplai di market,” kata Sigit.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Ini Kata Pertamina soal Harga Pertamax Naik Setelah Ditahan Selama Berbulan-bulan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!