Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 08 JUNI 2026 • 13:45 WIB

Pengamat: Fenomena MBG Cerminkan Transformasi Partisipasi Publik Digital

Pengamat: Fenomena MBG Cerminkan Transformasi Partisipasi Publik DigitalPekerja bersama siswa membawa Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk dibagikan di SDN Haurpancuh, Bandung, Jawa Barat. (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)

INDOZONE.ID - Fenomena Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terus menjadi perhatian masyarakat di berbagai platform digital dinilai mencerminkan perubahan pola komunikasi publik di era digital

Perbincangan yang berkembang tidak hanya menunjukkan tingginya perhatian masyarakat terhadap suatu isu, tetapi juga memperlihatkan semakin besarnya keterlibatan publik dalam membentuk ruang diskusi bersama.

Pengamat Komunikasi Digital Laju Institute, Mandra Pradipta atau yang akrab disapa Dipta, menilai fenomena MBG menarik dicermati karena menunjukkan bagaimana masyarakat kini tidak lagi hanya berperan sebagai penerima informasi, melainkan juga menjadi bagian dari proses pembentukan percakapan publik.

Menurut Dipta, media sosial telah mengubah hubungan antara informasi dan masyarakat. Jika sebelumnya komunikasi publik lebih banyak berlangsung secara satu arah, kini masyarakat memiliki ruang yang lebih luas untuk memberikan tanggapan, berbagi pengalaman, serta ikut memengaruhi arah percakapan yang berkembang.

Baca juga: LPSK Siap Turun Tangan di Kasus Korupsi Proyek MBG hingga Kasus Wamen Imipas

"Fenomena MBG memperlihatkan bahwa masyarakat tidak lagi hanya menjadi audiens yang menerima informasi, tetapi juga aktor yang ikut membentuk percakapan publik. Di era digital, perhatian publik lahir dari interaksi, bukan sekadar dari penyampaian informasi," kata Dipta, Senin, 8 Juni 2026.

Ia menjelaskan bahwa tingginya keterlibatan masyarakat dalam membicarakan suatu isu merupakan salah satu karakteristik utama komunikasi digital. 

Pengamat: Fenomena MBG Cerminkan Transformasi Partisipasi Publik DigitalPengamat komunikasi digital, Mandra Pradipta. (Dok. Istimewa)

Dalam ruang digital, perhatian publik tidak hanya dibangun oleh informasi yang disampaikan, tetapi juga oleh proses diskusi, pertukaran pandangan, dan pengalaman yang dibagikan oleh masyarakat.

Menurutnya, fenomena tersebut menunjukkan bahwa komunikasi publik saat ini semakin bersifat partisipatif. Masyarakat tidak lagi ditempatkan sebagai objek komunikasi, tetapi menjadi bagian dari ekosistem yang ikut membangun, memperkaya, dan mengembangkan percakapan publik.

Baca juga: Prabowo Sebut MBG Jadi Rujukan Dunia: Dorong Ekonomi, Serap Jutaan Tenaga Kerja

"Yang menarik dari ruang digital saat ini adalah setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk terlibat dalam percakapan publik. Dari proses itulah lahir berbagai perspektif yang membuat suatu isu terus berkembang dan menjadi perhatian masyarakat luas," ujarnya.

Dipta menilai berkembangnya budaya partisipasi digital merupakan perkembangan positif bagi ekosistem komunikasi publik. Namun demikian, tingginya partisipasi juga perlu diimbangi dengan etika komunikasi, keterbukaan terhadap perbedaan pandangan, serta komitmen untuk membangun diskusi yang konstruktif.

Menurutnya, kualitas ruang digital tidak hanya ditentukan oleh banyaknya percakapan yang terjadi, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat dalam menciptakan dialog yang sehat dan produktif.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Pengamat: Fenomena MBG Cerminkan Transformasi Partisipasi Publik Digital

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!