Produksi tahu di Klaten terimpit kenaikan harga tahu dan plastik (Edelweis Ratushima).
INDOZONE.ID - Tingginya harga kedelai saat ini, menghantam produksi tahu Sehat Sari di Desa Cokro, Kecamatan Tulung, Klaten, Jawa Tengah.
Direktur Tahu Sehat Sari, Aji Suryaningrat menjelaskan, dalam sehari, pabrik ini memproduksi tahu sebanyak 3 ton kedelai.
Tahu dibuat dalam berbagai ukurandan memasok ke SPPG untuk program MBG, rumah sakit, dan pasar umum. Harga perpotong antara Rp500 sampai Rp850.
Dari total produksi, hampir 40 persen untuk dikirim ke SPPG di Solo Raya dan Yogyakarta.
Baca juga: Pramono Tegaskan Inflasi di Jakarta Masih Terkendali, Warga Diminta Tidak Panic Buying
Meski kedelai naik, pihaknya tidak bisa serta merta menaikkan harga tahu. Harganya tetap sama.
"Pihak kami tidak bisa mengurangi ukuran ataupun menurunkan kualitas tahu, karena ukuran dan kualitas sudah standar SPPG. Harganyapun tetap sama, tidak kami naikkan," jelas Aji Suryaningrat.
Dengan kondisi seperti ini, pihaknya khawatir, masa produksi tidak bertahan lama. Pasokan ke SPPG akan terhambat.
"Kami berharap, pemerintah segera menurunkan harga kedelai, karena tahu ini kebutuhan hidup orang banyak," harapnya.
Baca juga: Viral Penyegelan Rumah Doa di Tangerang, Bupati Sediakan Tempat Ibadah Sementara
Selain menghadapi tingginya harga kedelai, pihak pengelola juga tidak bisa berkutik harga plastik ikut naik. Harga yang semula Rp46.500 per kilogram untuk plastik sablon, kini naik menjadi Rp66.500.
Para pekerja di pabrik tahu ini cukup banyak yang menggantungkan rezekinya di industri ini. Ada sekitar 50 pekerja lebih.
Pengelola berharap, tingginya harga kedelai tidak berlangsung lama, sehingga roda perekonomian bisa normal kembali.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan