Ilustrasi perang nuklir di perang dunia III. (Freepik)
INDOZONE.ID - Serangan militer yang diluncurkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memicu kekhawatiran global akan risiko terjadinya Perang Dunia III.
Sampai saat ini, ketegangan di Timur Tengah terus meningkat seiring serangan balasan Iran terhadap fasilitas militer AS dan Israel.
Selain konflik AS-Israel vs Iran, perang juga terus terjadi di berbagai belahan dunia, seperti Pakistan Vs Afghanistan, Rusia Vs Ukraina yang sudah berlangsung empat tahun dan Myanmar Vs Thailand yang kini gencatan senjata.
Jika Perang Dunia III benar-benar pecah, bukan berarti seluruh wilayah di dunia akan terdampak sama parahnya. Ada beberapa kawasan atau negara yang dinilai lebih aman dan terhindar dari dampak terburuk konflik global, termasuk perang nuklir.
Baca juga: Ketegangan AS-Iran Meningkat, Trump Khawatir Pemimpin Baru Lebih Buruk
Artikel ini akan membahas daftar negara atau kawasan paling aman untuk berlindung jika Perang Dunia III terjadi. Simak ulasannya!
Wilayah Antartika yang dipenuhi es. (Freepik/foto4440)
Di urutan pertama ada Antartika, benua yang berada di titik paling selatan Bumi. Antartika dianggap sebagai salah satu tempat paling aman jika perang nuklir terjadi.
Alasan utamanya karena benua ini berada sangat jauh dari negara-negara yang memiliki senjata nuklir. Selain itu, secara geografis Antartika terisolasi dan tidak memiliki kepentingan militer strategis yang besar.
Antartika memiliki luas wilayah lebih dari 14 juta kilometer persegi, menjadikannya tempat yang cocok bagi orang-orang yang ingin mencari perlindungan.
Meski tempat ini paling aman, namun ada tantangan alam yang harus dihadapi. Iklim yang sangat dingin, suhu yang membeku, serta kondisi lingkungan yang ekstrem bisa menjadi hambatan serius bagi umat manusia yang mencoba berlindung di sana.
Islandia selama ini dikenal sebagai salah satu negara paling damai di dunia. Negara ini secara konsisten menempati peringkat atas dalam Indeks Perdamaian Global dan tidak pernah terlibat dalam perang besar atau invasi berskala penuh.
Secara politik, pemerintah Islandia memang menandatangani perjanjian bilateral dengan Ukraina. Namun dukungannya terbatas pada bantuan pendanaan dan sedikit dukungan transportasi, bukan keterlibatan militer langsung.
Letaknya yang berupa pulau terpencil di kawasan Atlantik Utara membuat Islandia relatif terisolasi dari konflik daratan Eropa. Jika terjadi perang konvensional di Eropa, dampaknya kemungkinan tidak akan langsung terasa di sana.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Mirror US, Metro UK