Ilustrasi perang nuklir yang akan terjadi di Perang Dunia III. (Freepik/stwul)
INDOZONE.ID - Situasi di Timur Tengah sedang memanas setelah pecahnya perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Serangan militer yang diluncurkan AS dan Israel mengakibatkan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei meninggal dunia.
Ketegangan ini memicu kekhawatiran global akan terjadinya Perang Dunia III. Tak hanya AS-Israel vs Iran, perang dan benturan bersenjata terus terjadi di berbagai belahan dunia, seperti Pakistan Vs Afghanistan, Rusia Vs Ukraina yang sudah berlangsung empat tahun dan Myanmar Vs Thailand yang kini gencatan senjata.
Di tengah situasi yang memanas ini, Indonesia kerap disebut sebagai salah satu negara yang aman jika Perang Dunia III pecah.
Baca juga: Ali Khamenei Tewas, Begini Proses Pemilihan Pemimpin Tertinggi Iran
Pernyataan itu bukan sekadar klaim semata, namun dipengaruhi sejumlah faktor mulai dari politik luar negeri yang bebas-aktif hingga ketahanan sumber daya alam yang melimpah.
Ini beberapa alasan mengapa Indonesia dinilai aman dari potensi konflik global:
Politik luar negeri Indonesia bebas aktif sejak awal kemerdekaan hingga saat ini. Ini merupakan prinsip dasar hubungan internasional Indonesia, di mana bebas maksudnya tidak memihak pada blok kekuatan tertentu, baik blok Barat maupun Timur.
Sementara aktif maksudnya, Indonesia tetap berperan dalam menciptakan perdamaian dunia.
Prinsip ini ditegaskan dalam berbagai forum internasional dan menjadi fondasi hubungan diplomatik Indonesia hingga saat ini.
Dengan tidak terikat secara militer ke aliansi pertahanan global manapun, maka peluang Indonesia terlibat konflik relatif kecil.
Indonesia juga aktif dalam forum internasional seperti PBB dan menjadi salah satu pendiri Gerakan Non-Blok.
Jika Perang Dunia III terjadi, Indonesia dinilai menjadi negara dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah.
Indonesia memiliki pasokan batu bara, nikel, minyak dan gas bumi yang melimpah. Ini penting untuk menjaga stabilitas nasional jika distribusi global terganggu akibat perang.
Indonesia akan tetap "menyala" di saat negara-negara lain yang bergantung pada impor energi mengalami blackout total.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Mirror US, Wikipedia