Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 08 DESEMBER 2025 • 10:40 WIB

Presiden Pastikan Distribusi Bantuan Udara Tak Dilempar, Gunakan Sling Rope agar Tak Rusak

Presiden Pastikan Distribusi Bantuan Udara Tak Dilempar, Gunakan Sling Rope agar Tak RusakPrajurit TNI menata bantuan yang akan di distribusikan secara airdrop dengan pesawat udara untuk pengungsi bencana Sumatera. (ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah)

INDOZONE.ID - Presiden Prabowo Subianto menerima laporan teknis dari Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI M. Tonny Harjono, mengenai metode distribusi bantuan ke wilayah-wilayah terisolir di Aceh dan Sumatra.

Menurut laporan BNPB, bantuan bagi para pengungsi tidak lagi dijatuhkan secara langsung dari udara, tetapi didaratkan menggunakan metode sling rope. Dengan metode ini, paket bantuan dapat tiba dengan kondisi utuh dan terjaga kualitasnya.

Dalam rapat koordinasi penanganan bencana di Posko Terpadu Lanud Sultan Iskandar Muda, Kabupaten Aceh Besar, Minggu (7/12/2025) malam, Presiden Prabowo menanyakan perkembangan distribusi logistik di daerah-daerah yang masih terputus aksesnya.

“Semuanya sudah didorong logistik pakai udara, baik didaratkan helinya maupun secara airdrop,” kata Kepala BNPB menjawab pertanyaan Presiden.

Presiden kemudian memastikan apakah metode airdrop dilakukan memakai parasut.

Baca juga: Bantuan Bencana Rusak Dilempar dari Helikopter, DPR: Harus Aman dan Layak

“Airdrop pakai payung?” tanya Presiden.

Letjen Suharyanto menegaskan bahwa paket bantuan tidak dilemparkan bebas.

"Ada yang pakai payung. Jadi kami tidak ada (bantuan) yang dilempar ke bawah, Bapak,” ujarnya.

Kepala BNPB juga melaporkan bahwa beberapa hari lalu, helikopter BNPB telah mendaratkan genset mobile PLN 250 kWh untuk kebutuhan rumah sakit di Kota Takengon, Aceh Tengah. Presiden menyampaikan apresiasi atas laporan tersebut.

Teknik Airdrop dan Helibox

Dalam rapat yang sama, KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono menjelaskan tiga pesawat yang digunakan untuk operasi bantuan udara, yaitu Hercules, CN295, dan CASA C-212.

Untuk CN295 dan CASA, distribusi dilakukan menggunakan helibox yang berisi sekitar 5 kilogram per paket.

Baca juga: Viral Bantuan Bencana Rusak Dilempar dari Helikopter, TNI Lakukan Evaluasi

"Jadi helibox itu diisi sekitar 5 kilogram barang-barang yang akan di-drop. Kemudian didorong sesuai dengan lokasinya. Dan, dia akan jatuh karena dia berputar. Jadi, jatuhnya tidak terlalu keras,” kata KSAU Tonny Harjono.

Sementara untuk Hercules, setiap bundle bantuan berbobot sekitar 150–160 kilogram dan diterjunkan menggunakan parasut personel TNI yang sudah tidak digunakan untuk misi personel.

“Sudah dilaksanakan 700 helibox kita dropping, masih ada 500 helibox kotaknya kita cetak baru lagi,” sambung Tonny.

Ratusan Gampong Masih Terisolir

Dalam rapat tersebut, Kepala BNPB memaparkan bahwa lebih dari 700 desa atau gampong di Aceh masih terisolasi. Detailnya: 232 gampong di Kabupaten Bener Meriah, 295 gampong di Kabupaten Aceh Tengah, dan 216 gampong di Kabupaten Aceh Tamiang.

Upaya penanganan terus dilakukan, termasuk pengerahan alat berat, pembukaan akses jalan, serta pemasangan jembatan bailey untuk menggantikan jembatan yang putus atau ambles akibat banjir bandang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Presiden Pastikan Distribusi Bantuan Udara Tak Dilempar, Gunakan Sling Rope agar Tak Rusak

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!