Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 27 NOVEMBER 2025 • 08:40 WIB

BMKG Sebut Siklon Tropis Senyar Fenomena Tak Lazim di Selat Malaka

BMKG Sebut Siklon Tropis Senyar Fenomena Tak Lazim di Selat MalakaIlustrasi awan mendung berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem g dipicu Siklon Tropis Senyar. (ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin)

INDOZONE.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menilai kemunculan Siklon Tropis Senyar sebagai fenomena yang tergolong tidak lazim di wilayah Selat Malaka

Kondisi tersebut dipandang jarang terjadi karena secara geografis Indonesia berada dekat garis ekuator, area yang secara teori kurang mendukung pembentukan maupun lintasan siklon tropis.

Direktur Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani mengatakan bahwa meskipun Indonesia bukan jalur umum pergerakan siklon tropis, dalam lima tahun terakhir cukup banyak sistem siklon yang bergerak mendekati wilayah Indonesia dan menimbulkan dampak signifikan, termasuk Siklon Tropis Senyar.

“Fenomena seperti Siklon Tropis Senyar tidak umum terjadi di perairan Selat Malaka, apalagi sampai berdampak ke daratan. Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi sangat penting,” ujarnya di Jakarta, Kamis (27/11/2025).

Baca juga: BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem, Hujan hingga Petir Siap Guyur Sejumlah Daerah

Menurut BMKG, anomali iklim global dan dinamika atmosfer regional turut meningkatkan peluang terbentuknya sistem tekanan rendah serta bibit siklon yang kemudian berkembang menjadi siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia, termasuk area dekat ekuator.

BMKG juga menilai kondisi cuaca ekstrem yang dipicu Siklon Tropis Senyar tidak hanya membawa hujan lebat dan angin kencang, tetapi juga berpotensi menimbulkan banjir, banjir pesisir, tanah longsor, serta gangguan transportasi darat maupun laut.

Cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara dalam beberapa hari terakhir dipastikan merupakan dampak dari Siklon Tropis Senyar. Sistem ini berawal dari Bibit Siklon Tropis 95B yang berkembang sejak 21 November 2025 di perairan timur Aceh, tepatnya di Selat Malaka.

Baca juga: Kerugian Bencana di Sumbar Capai Rp4,9 Miliar, Pemerintah Percepat Penanganan Darurat

Dalam sepekan terakhir, wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dilanda hujan harian yang memicu banjir bandang serta tanah longsor, dengan kerusakan signifikan di sejumlah kabupaten dan kota.

BMKG menekankan pentingnya peran aktif pemerintah daerah dalam memantau perkembangan cuaca dan menyiapkan langkah mitigasi berbasis risiko, khususnya di daerah rawan bencana hidrometeorologi.

Selain itu, nelayan, operator pelayaran, dan masyarakat pesisir, diimbau untuk memperhatikan informasi prakiraan gelombang tinggi agar dapat menghindari wilayah berisiko dan menyesuaikan aktivitas kelautan.

BMKG memastikan pemantauan terhadap Siklon Tropis Senyar terus dilakukan secara intensif, serta pembaruan informasi akan disampaikan secara berkala melalui kanal resmi sebagai bagian dari penguatan sistem peringatan dini bagi masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

BMKG Sebut Siklon Tropis Senyar Fenomena Tak Lazim di Selat Malaka

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!