INDOZONE.ID - Pemerintah Kota Parepare terus menunjukkan keseriusannya dalam menanggulangi persoalan banjir yang kerap melanda wilayahnya. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Pemkot melaksanakan program pembersihan sungai secara menyeluruh sejak 24 September 2025.
Langkah ini merupakan bagian dari implementasi visi dan misi Wali Kota Parepare, H. Tasming Hamid, untuk mewujudkan tata ruang yang tertata, lingkungan yang bersih, serta kota yang bebas banjir. Program tersebut juga menjadi tindak lanjut dari evaluasi banjir besar yang sempat terjadi pada akhir 2022 hingga awal 2023 lalu.
Baca juga: Parepare Gencarkan Program Jumat Bersih, Fokus pada Drainase Cegah Banjir
Saat meninjau langsung kegiatan di lapangan, Wali Kota Tasming Hamid menegaskan pentingnya percepatan pengerjaan pembersihan sungai, terutama menjelang datangnya musim hujan yang diperkirakan tiba pada awal Oktober.
“Untuk mempercepat pelaksanaan hingga ke hilir sungai, perlu dilakukan penambahan armada excavator agar pembersihan berjalan maksimal dan tidak terkendala kondisi cuaca,” ujar Tasming Hamid.
Menindaklanjuti instruksi tersebut, Kepala Dinas PUPR Kota Parepare, Budi Rusdi, segera melakukan langkah cepat dengan menambah satu unit excavator tambahan yang ditempatkan di Segmen 2 (Tegal).
“Kami bergerak cepat sesuai arahan Bapak Wali Kota. Penambahan armada ini penting agar target pembersihan tercapai sebelum curah hujan meningkat,” jelas Budi Rusdi.
Hingga kini, kegiatan pembersihan telah mencakup sepanjang 2.259 meter di Segmen 1 dan 1.150 meter di Segmen 2, dari total panjang sungai sekitar 8.830 meter yang terbagi dalam enam segmen. Proses pembersihan dilakukan mulai dari hulu Sungai Jawi-Jawi hingga hilir Sungai Karajae.
Selain mengangkat endapan lumpur dan sampah dari dasar sungai, kegiatan ini juga menata bantaran agar lebih rapi, bersih, dan aman bagi masyarakat sekitar.
Baca juga: BMKG: Musim Hujan Tahun Ini Diprediksi Lebih Panjang, Hati-hati Risiko Banjir Meningkat
Pemerintah Kota Parepare turut mengimbau warga, khususnya yang tinggal di sekitar bantaran sungai, agar berperan aktif menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah ke aliran air.
“Pembersihan sungai bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga membutuhkan kesadaran bersama. Kami berharap masyarakat mendukung penuh agar Parepare benar-benar terbebas dari banjir,” tambah Budi Rusdi.
Ke depan, Dinas PUPR berkomitmen menjadikan pembersihan sungai sebagai program rutin tahunan yang berkelanjutan. Upaya ini diharapkan mampu menjadi solusi permanen dalam mencegah potensi banjir sekaligus menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan di Kota Parepare.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan