Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 23 SEPTEMBER 2025 • 08:10 WIB

Sekda Banyuwangi Dilantik di Tempat Pengelohan Sampah, Ini Makna Simbolisnya

Sekda Banyuwangi Dilantik di Tempat Pengelohan Sampah, Ini Makna SimbolisnyaBupati Ipuk Lantik Sekda di Tempat Pengelohan Sampah (Humas pemkab Banyuwangi)

INDOZONE.ID - Langkah tak biasa diambil Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat melantik pejabat penting di lingkup pemerintahannya.

Pada Senin, 22 September 2025, Ipuk mengukuhkan Guntur Priambodo sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) di Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Desa Balak, Kecamatan Songgon.

Pelantikan tersebut menjadi sorotan karena baru pertama kali dilakukan di lokasi pengolahan sampah. Bupati Ipuk menegaskan, pemilihan tempat ini bukan sekadar simbolis. 

Bupati Ipuk ingin menyampaikan pesan moral kepada seluruh jajaran birokrasi, bahwa seorang pejabat harus siap turun ke masyarakat, menyelesaikan masalah secara nyata, serta hadir dengan kerendahan hati.

Baca juga: Pilkades di Jabar Bakal Pakai Sistem Online, Kang Dedi Siapkan Aturan Baru

Dalam sambutannya, Ipuk mengatakan, “Tugas pemerintah daerah itu tidak hanya merancang kebijakan, tetapi juga harus mampu menyelesaikan permasalahan bukan menjauhinya. Turun langsung ke lapangan.” 

Bupati Ipuk mengingatkan, birokrasi harus lebih dekat dengan rakyat dan berani menghadapi persoalan dari akar permasalahannya.

TPS3R Balak sendiri dinilai sebagai representasi perubahan pola pengelolaan sampah. Dari hanya sekadar menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), kini Banyuwangi mendorong pengolahan sirkular yang lebih ramah lingkungan.

Bupati Ipuk menegaskan, isu sampah merupakan tantangan global yang membutuhkan kesadaran kolektif masyarakat.

Baca juga: Belum Kantongi Izin, Grand Opening Mie Gacoan Sidrap Berujung Penyegelan

“Pelantikan di TPS3R adalah simbol perubahan dan komitmen bersama, sampah adalah masalah yang harus kita kelola dengan serius,” tegasnya.

Usai pelantikan, Ipuk mengingatkan bahwa jabatan Sekda bukanlah peran ringan. Sekda harus menjadi motor penggerak birokrasi, penghubung visi kepala daerah, serta eksekutor program prioritas.

Program yang menjadi fokus Banyuwangi meliputi penurunan angka kemiskinan, penguatan kualitas sumber daya manusia, dan inovasi pelayanan publik. 

“Kepada Sekda, saya titip amanah untuk membangun birokrasi yang melayani, bukan dilayani,” tambah Ipuk.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas Pemkab Banyuwangi

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Sekda Banyuwangi Dilantik di Tempat Pengelohan Sampah, Ini Makna Simbolisnya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!