INDOZONE.ID - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Kementerian Pekerjaan Umum mulai menggelar uji coba rekayasa lalu lintas di kawasan TB Simatupang–Lebak Bulus. Langkah ini diambil untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di sekitar Stasiun MRT Fatmawati dan ruas Jalan TB Simatupang.
Selama lima hari, mulai Senin (15/9) hingga Jumat (19/9), satu lajur paling kiri di gerbang Tol Fatmawati 2 dibuka gratis bagi kendaraan roda empat yang datang dari Jalan Fatmawati menuju Lebak Bulus. Uji coba ini diberlakukan pada jam sibuk sore, yakni pukul 17.00–20.00 WIB, dan tidak berlaku untuk kendaraan roda dua maupun kendaraan besar.
Baca juga: Macet di Jakarta seperti Apotek Tutup: Gak Ada Obat, Naik Hampir 20 Peringkat
Selain itu, rekayasa lalu lintas juga mencakup penutupan akses sebelum Poins Square dan penutupan putar balik di Simpang Fatmawati. Pemprov DKI menyiapkan rute alternatif, termasuk melalui Tol Desari–Off Ramp Andara, agar arus lalu lintas tetap lancar.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan simulasi ini penting untuk melihat efektivitas pengaturan lalu lintas di kawasan tersebut.
“Hari ini saya bersama jajaran ingin melihat langsung bagaimana proses simulasi di Fatmawati ini bisa berjalan. Simulasi akan berlangsung selama lima hari, pukul 17.00 sampai 20.00. Kalau berhasil menurunkan kemacetan di Simatupang maupun Fatmawati, maka akan kita lanjutkan sampai akhir Oktober,” ujarnya.
Ia juga meminta agar operator transportasi publik ikut mendukung kelancaran lalu lintas, terutama Transjakarta.
“Saya sudah meminta MRT dan Transjakarta, terutama Transjakarta, untuk menata agar naik-turun penumpang tidak menutup dua jalur. Itu salah satu penyebab kemacetan di TB Simatupang. Dengan pengaturan yang lebih baik, mudah-mudahan lima hari ini bisa memberikan hasil memuaskan,” kata Pramono.
Pramono menegaskan, evaluasi akan menjadi kunci keberlanjutan rekayasa ini.
“Kalau lima hari ini bisa menurunkan kemacetan, ya kita perpanjang sampai Oktober. Kalau tidak, kita cari jalan keluar lain. Saya sendiri sudah dua kali melewati kawasan ini tanpa pengawalan, dan memang kemacetannya horor,” tegasnya.
Baca juga: Macet Akibat Penutupan Jalan di Jakarta Hari Ini, Polda Metro Minta Maaf
Ia menambahkan, langkah ini juga terkait target penyelesaian proyek infrastruktur pada akhir Oktober, termasuk penyediaan air bersih oleh PAM Jaya, pengelolaan limbah oleh PAL Jaya, dan proyek Bina Marga.
“Kenapa Oktober? Karena itu batas waktu yang saya berikan untuk proyek-proyek utama. Kalau ini bisa dilakukan, persoalan kemacetan di TB Simatupang bisa benar-benar kita tangani secara baik,” ujar Pramono.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung