Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (Natasya/Z Creators)
INDOZONE.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah berupaya mengurai kemacetan di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan, yang kian parah akibat adanya tiga proyek pembangunan besar di jalur tersebut. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah sementara untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas hingga November mendatang.
Pramono juga meluruskan kabar terkait rencana pemangkasan trotoar di Jalan TB Simatupang sebagai solusi mengurai kemacetan. Menurutnya, trotoar yang dipersoalkan publik sebenarnya merupakan jalur pejalan kaki yang memang tidak bisa digunakan sementara waktu karena terdampak proyek.
“Jadi, yang dimaksud trotoar itu adalah jalur yang sedang tidak terpakai karena ada proyek di sana. Memang tidak bisa digunakan oleh pejalan kaki,” ujarnya saat ditemui di Rusunawa Cakung Barat, Jakarta Timur, Senin (25/8).
Baca juga: Jakarta Bangun Pusat Satwa Modern, Pedagang Barito Dapat Fasilitas Relokasi Nyaman
Karena kondisi tersebut, pemerintah memberikan izin penggunaan sebagian trotoar sebagai jalur kendaraan demi mengurangi kepadatan lalu lintas. “Ini sifatnya hanya sementara untuk mendukung rekayasa lalu lintas di kawasan TB Simatupang,” tambahnya.
Selain itu, Pemprov DKI juga menyiapkan tambahan 14 armada bus Transjakarta yang akan melintasi jalur TB Simatupang. Kebijakan ini diharapkan mampu mendorong masyarakat beralih ke transportasi publik sehingga jumlah kendaraan pribadi dapat berkurang.
“Harapannya, semakin banyak orang yang menggunakan transportasi umum di jalur TB Simatupang,” tegas Pram.
Tak hanya itu, ia juga meminta Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI rutin menyampaikan informasi terbaru kepada masyarakat terkait kondisi lalu lintas di kawasan tersebut.
“Saya sudah minta kepada Kepala Dinas Kominfo untuk terus menginformasikan ke publik bahwa kemacetan ini memang terjadi akibat adanya tiga proyek besar. Saya sudah cek langsung, kondisinya memang cukup parah. Karena itu, rekayasa lalu lintas perlu dilakukan,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung