Sosok Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong viral. (Short/channelassia)
INDOZONE.ID - Sosok Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong yang mendapat simpati publik. Sebuah vide yang menunjukkan ia memilih naik pesawat ekonomi termurah saat tugas kenegaraan menjadi viral di media sosial.
Seperti yang dilihat Indozone di akun short ChannelAsia, sosok yang menjabat posisi Perdana Menteri semenjak 2024 lalu terlihat memilih penerbangan maskapai berbiaya rendah Scoot dalam penerbangan dari Vientiane, Laos, kembali ke Singapura.
Tanpa menggunakan jet pribadi atau rombongan besar yang membebani anggaran publik, ia terlihat hanya didampingi seorang pria berjas hitam yang membawakan tasnya.
Berdasarkan akun Intsgram pembasmi.kehaluan.real, harga tiket pesawat Scoot yang dikenal sebagai anak perusahaan Singapore Airline untuk kelas ekonominya sebesar S$226 atau sekitar Rp2,6 Juta.
Baca juga: Kisah Pilu TKI Indonesia di Singapura, 9 Tahun Kerja Pulang Tanpa Gaji Penuh
Ia memilih pesawat kelas ekonomi meski telah memesan kursi ‘front row’ dengan ekstra ruang kaki. Sebelum memasuki kabin pesawat, kepulangannya diantar dengan para petinggi Laos sebelum melepas kepergiannya.
Saat memasuki pesawat, ia disambut dengan sorakan dan tepuk tangan hangat dari penumpang di dalam kabin, yang membuat suasana menjadi penuh keakraban dan kekaguman atas kesederhanaannya.
Video ini kemudian viral di media sosial dan mendapat banyak pujian. Seorang pengusaha India Harsh Goenka memuji tindakan ini sebagai teladan kepemimpinan yang patut dihormati
“Inilah cara mendapat rasa hormat,” tulisnya.
Baca juga: Perdana Menteri Thailand Ditangguhkan, Geger Bocoran Telepon hingga Tuduhan Tunduk ke Kamboja
Seperti yang diketahui, Lawrence Wong Shyun Tsai adalah seorang politikus, ekonom, dan mantan pegawai negeri asal Singapura. Sebelum menjadi Perdana Menteri keempat pada tahun 2024 lalu, ia sempat menjabar sebagai Menteri Keuangan sejak tahun 2021.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Short/channelasia