Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 20 JULI 2025 • 19:13 WIB

Waspada! Begini Cara Membedakan Beras Layak dan Tak Layak Konsumsi

Waspada! Begini Cara Membedakan Beras Layak dan Tak Layak KonsumsiBeras, salah satu bahan kebutuhan pokok.(freepik)

INDOZONE.ID - Beras adalah salah satu komoditas yang sangat vital bagi kehidupan masyarakat Indonesia. Hanya saja, akhir-akhir ini heboh sebuah berita yang tentunya sangat menguras emosi masyarakat kita, yakni adanya beras oplosan yang dijual kepada khalayak umum. Maka dari itu, penting bagi kita untuk memahami dan mengetahui ciri-ciri dari beras yang layak dikonsumsi dan juga beras yang tidak layak konsumsi.

Dikutip dari buku Petunjuk Teknis Identifikasi Beras Tidak Layak Konsumsi, inilah berbagai perbedaan antara beras layak konsumsi dan yang tidak layak konsumsi:

1. Penampakan dan Rasa
Beras yang layak konsumsi akan menampilkan warna putih normal untuk beras giling biasa, serta warna merah kecokelatan untuk beras merah, dan hitam untuk beras hitam. Tekstur beras yang layak dikonsumsi cenderung utuh, tidak mudah patah, dan keras.

Sementara itu, beras yang tidak layak konsumsi memiliki tekstur yang hancur, patah-patah, menepung, menempel di telapak tangan, serta memiliki rasa yang pahit.

Baca juga: Komisi IV DPR Minta Pemerintah Tindak Tegas Pelaku Beras Oplosan: Sudah Keterlaluan!

2. Bau
Beras yang layak konsumsi memiliki aroma normal khas beras. Sebaliknya, beras tak layak konsumsi menyebarkan aroma tengik, apek, atau bau asam.

3. Kontaminasi Benda Asing
Beras yang layak konsumsi tidak terkontaminasi benda asing. Maka dari itu, segera jauhi beras yang tercampur dengan dedak, bekatul, tangkai padi, atau bahkan benda-benda ekstrem seperti kerikil dan logam.

Baca juga: Instruksi Bapanas: Bulog Diminta Serap 1 Juta Ton Beras!

4. Kontaminasi Bahan Kimia
Kontaminasi bahan kimia pada beras dapat dikenali dari adanya zat seperti pemutih, pelicin, pewangi, dan klorin.

  • Beras yang mengandung pemutih: memiliki warna sangat putih hingga tidak tampak warna asli beras (putih kekuningan). Beras ini juga terasa licin, beraroma seperti parfum, sedikit berbau dan berasa asam setelah disimpan, serta tidak menghasilkan air keruh ketika dicuci.
  • Beras yang mengandung zat pelicin: terasa licin saat diremas, namun banyak butiran beras yang tetap menempel di tangan.
  • Beras yang mengandung zat pewangi: mengeluarkan aroma seperti beras pandan wangi, padahal bukan jenis pandan wangi. Perlu diketahui, beras pandan wangi berbentuk bulat, bukan lonjong.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pertanian.go.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Waspada! Begini Cara Membedakan Beras Layak dan Tak Layak Konsumsi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!