Makan Bergizi Gratis (MBG) di Karo, Sumatera Utara (Sumut). (ANTARA FOTO/Fransisco Carolio)
INDOZONE.ID - Badan Gizi Nasional (BGN) mendorong pendidikan gizi masuk ke dalam kurikulum sekolah. BGN bahkan telah menyampaikan wacana itu ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Lantas, apa tujuan di balik wacana BGN memasukkan pendidikan gizi ke kurikulum sekolah? Ternyata, BGN bertujuan menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sekolah Rakyat. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)
Menurut Dewan Pakar Bidang Gizi BGN, Ikeu Tanziha, pembentukan pemahanan komprehensif tentang nutrisi sejak dini dapat dilakukan dengan edukasi gizi yang terstruktur dan terintegrasi
“Gizi bukan hanya soal makanan, tapi tentang masa depan. Anak yang memahami gizi akan tumbuh sehat, berpikir tajam, dan mampu berkontribusi bagi bangsa,” kata Ikeu, dikutip dari pers rilis, Sabtu (19/7/2025).
Baca juga: MBG hingga SR Upaya Tingkatkan Kesejahteraan, Presiden Prabowo Tak Mau Kemiskinan Diwariskan
Selain itu, kehadiran pendidikan gizi di sekolah akan membantu para siswa memahami betapa pentingnya gaya hidup sehat.
Diharapkan, dengan pendidikan gizi secara sistematis, para siswa bisa membuat pilihan lebih sehat perihal setiap asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh masing-masing.
Ujungnya, para siswa memiliki keinginan hidup sehat yang membuat mereka terhindar dari penyakit karena gaya hidup buruk, seperti obesitas dan diabetes. Selain itu, diharapkan kualitas hidup mereka di masa depan, juga ikut meningkat.
Selain itu, Ikeu menyebut para siswa akan memperoleh keterampilan praktis, seperti memasak dan berkebun yang dapat diterapkan di kehidupan sehari-hari, via pendidikan gizi di sekolah.
“Siswa juga memperoleh keterampilan praktis seperti memasak dan berkebun yang bisa langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tambah Ikeu.
Baca juga: Modus Dapat MBG, Pria di Nganjuk Gunakan Identitas Warga hingga Raup Puluhan Juta per Bulan
Sementara itu, sinergi positif antara sekolah, keluarga, dan komunitas, serta penguatan pesan pentingnya gizi seimbang di masyarakat, diyakini bisa dicapai dengan integrasi pendidikan gizi dalam kurikulum.
BGN pun telah berupaya keras untuk melakukan edukasi gizi, seperti sosialisasi di media sosial, promosi video edukasi dengan latar di dapur, sekolah, pasar, dan tempat-tempat lain yang selaras dengan Program MBG (Makan Bergizi Gratis).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pers Rilis