Bagi susu gratis di CFD Boyolali (Eksani/Z Creators)
INDOZONE.ID - Minggu pagi, suasana di depan Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Boyolali tampak meriah. Sekitar pukul 06.00 WIB, puluhan warga yang tengah berolahraga dan berjalan santai di kawasan Car Free Day (CFD) langsung mengantre untuk mendapatkan segelas susu murni gratis yang dibagikan oleh Ikatan Alumni Universitas Diponegoro (IKA Undip) Boyolali.
Sejak pagi, panitia sudah bersiap menata stan pembagian susu di depan Perpusda. Spanduk-spanduk bertema ajakan hidup sehat menghiasi area, seperti "Gemar Minum Susu Murni", "Susu Kaya Gizi, Perkuat Imunitas", hingga "Sehat Itu Pilihan, Mulai dari Segelas Susu Murni".
Ketua IKA Undip DPC Boyolali, Kaiddin (49), menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari kampanye untuk membudayakan konsumsi susu lokal di tengah masyarakat.
“Ini bagian dari sosialisasi gemar minum susu. Susu murni sangat baik untuk pertumbuhan anak-anak. Selain kandungannya lengkap, juga minim efek samping. Sayangnya, konsumsi susu lokal masih sangat rendah. Sekitar 90 persen produksi susu peternak masuk ke industri pengolahan,” ujarnya.
Baca juga: Remaja Boyolali Terjebak Nikah Dini, Pemda Gencarkan Sosialisasi Perda
Ia berharap, melalui gerakan ini, masyarakat bisa mulai menyerap susu lokal secara langsung, tanpa bergantung penuh pada industri pengolahan. Pada pembagian perdana ini, sekitar 20 liter susu dibagikan dalam 200 gelas dan langsung habis dalam waktu kurang dari 30 menit.
“Antusiasnya tinggi. Ke depan, bisa saja kampanye ini dikombinasikan dengan program makan bergizi gratis (MBG),” tambah Kaiddin.
Bagi susu depan Perpusda Boyolali (Eksani/Z Creators)
Respons positif juga datang dari pengunjung CFD. Salah satunya Absyar (10), siswa kelas IV MI Nurul Ihsan, Kragilan, Mojosongo, yang mencicipi susu murni tersebut.
“Enak sih susu murninya, tapi aku lebih suka susu kotak. Soalnya gampang dibawa buat bekal sekolah. Kalau yang ini harus dimasak dulu,” katanya polos.
Anggota DPRD Boyolali, Wasono Joko Raharjo, turut hadir dan memberikan apresiasi langsung terhadap kegiatan tersebut.
“Saya sangat mengapresiasi. Dari total penduduk Boyolali yang mencapai 1,1 juta jiwa, sekitar 240 ribu adalah anak-anak usia 0–15 tahun. Mereka butuh asupan bergizi agar tumbuh sehat dan cerdas. Kalau kampanye ini berkelanjutan, bukan tidak mungkin di 2045 kita punya generasi emas,” ujarnya.
Baca juga: Hama Tikus Serang Pertanian, Ratusan Warga Sawit Ikuti Reses DPRD Boyolali
Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan dari program ini, agar tak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung