Senin, 26 AGUSTUS 2024 • 15:30 WIB

Sengkarut Kasus DUI Suga BTS hingga Efek Skandal Nyetir Mabuk dalam Karier Idol Korea

Author

Sengkarut kasus DUI Suga BTS

INDOZONE.ID - Min Yoongi atau yang dikenal sebagai Suga BTS belakangan ramai menjadi sorotan global karena kasus DUI (driving under influence) yang dilakukannya pada 6 Agustus 2024 lalu.

Suga yang saat ini diketahui tengah bertugas sebagai pekerja layanan sosial sejak September 2023 lalu itu, terjatuh dari skuter listrik di depan studionya.

Polisi yang saat itu sedang berpatroli kemudian menghampiri Suga untuk membantunya berdiri, namun mereka mencium bau alkohol kemudian membawanya ke kantor polisi terdekat.

Kasus DUI yang dialami Suga ini langsung membuat heboh publik, khususnya di kalangan penggemar ARMY (sapaan untuk penggemar BTS).

Banyak penggemar mengaku kecewa bahkan memprotes Suga untuk meninggalkan BTS karena dianggap telah melecehkan nama BTS.

Kronologi Kasus DUI Suga BTS

Lantas, bagaimana sebenarnya kronologi lengkapnya? Berikut sengkarut kasus DUI Suga BTS yang telah Indozone rangkum.

Laporan Awal

Pada 7 Agustus 2024, kantor berita Korea Selatan Yonhap melaporkan bahwa Suga BTS sedang diselidiki oleh Kantor Polisi Yongsan karena mengemudi dalam pengaruh alkohol.

Laporan awal ini membagikan informasi tentant insiden tersebut, di mana Suga ditemukan sendirian terjatuh dari skuter listrik di jalanan, pada malam hari tanggal 6 Agustsu 2024 KST.

Polisi yang saat itu berada di lokasi, kemudian datang menghampiri Suga untuk membantunya, namun mencium bau alkohol dan membawanya ke kantor polisi terdekat.

Dari hasil tes tersebut polisi melaporkan kadar alkohol dalam darah (Blood Alcohol Concentration/BAC) Suga telah melewati 0,08% pada saat tes, yang berarti SIM dapat dicabut.

Pernyataan Agensi

Beberapa jam setelah laporan tersebut, BIGHIT MUSIC merilis pernyataan resmi tentang penyelidikan tersebut.

BIGHIT MUSIC menyampaikan permintaan maaf atas tindakan Suga dalam mengoperasikan kickboard elektrik di bawah pengaruh alkohol dan mengklaim bahwa lisensi Suga dicabut dan Suga dikenakan denda.

Berikut isi pernyataan BIGHIT MUSIC.

"Halo, ini BIGHIT MUSIC. Kami mohon maaf atas kejadian Suga, anggota BTS yang menyetir pulang dengan kickboard elektrik saat mabuk. Pada malam tanggal 6 Agustus, Suga menggunakan helm saat menyetir kickboard elektrik pulang setelah minum. Dia telah menyetir sekitar 500m sebelum dia parkir dan jatuh. Melalui seorang petugas polisi yang berada di dekatnya, tes breathalyzer dilakukan, dan sesuai dengan hasilnya, SIM Suga dicabut, dan dia didenda. Tidak ada korban jiwa dalam insiden itu; tidak ada juga kerusakan properti. Dia dikawal pulang oleh polisi.

Kami mohon maaf atas kekecewaan yang disebabkan oleh tindakan artis kami yang tidak pantas. Sebagai petugas layanan publik, Suga berperilaku dengan cara yang menimbulkan kontroversi di masyarakat, dan karenanya, ia berencana untuk menghadapi konsekuensi yang sesuai dari tempat kerjanya. Kami akan lebih berhati-hati untuk mencegah hal serupa terjadi di masa mendatang. Terima kasih."

Tak hanya itu, Suga juga menuliskan permintaan maafnya melalui akun Weverse pribadinya.

Isi permintaan maaf Suga BTS.

"Halo, ini Suga. Saya merasa sangat sedih dan menyesal harus menemui Anda karena masalah yang mengecewakan ini.

Saya mengendarai sepeda listrik ke rumah tadi malam, setelah minum-minum saat makan malam. Saya pikir jaraknya dekat, dan saya tidak menyadari bahwa saya tidak dapat mengoperasikan sepeda listrik setelah minum. Karena itu, saya melanggar peraturan lalu lintas. Saya parkir di depan gerbang utama rumah saya, dan saat itu, saya terjatuh sendiri. Polisi berada di dekat situ, dan berdasarkan hasil tes breathalyzer, SIM saya dicabut dan saya membayar denda. Meskipun tidak ada yang terluka, dan tidak ada properti yang rusak, ini adalah sesuatu yang tidak dapat dimaafkan yang harus saya pertanggungjawabkan, dan saya minta maaf kepada semua orang.

Saya minta maaf kepada mereka yang tersakiti oleh perilaku saya yang tidak bertanggung jawab dan tidak pantas, dan saya akan lebih berhati-hati dalam tindakan saya untuk mencegah hal serupa terjadi lagi di masa mendatang."

Baca Juga: Fakta Menarik Mahasiswi yang Mabuk Tabrak Ibu-ibu Sampai Meninggal di Riau

Kontroversi Skuter Listrik yang Dipakai Suga

Kasus DUI Suga mulai memicu kontroversi terkait jenis skuter listrik yang dipakai Suga. Pasalnya, terungkap bahwa kendaraan yang dipakai Suga berbeda dengan jenis skuter yang dilaporkan di awal.

Bukan sebuah papan luncur listrik seperti yang disampaikan agensi, melainkan sebuah skuter listrik dengan jok, atau biasa disebut dengan sepeda skuter.

Hal ini pun langsung ramai menjadi sorotan karena polisi menjelaskan bahwa hukuman DUI akan berbeda bergantung pada apa yang dikendarai.

Kantor Polisi Yongsan mengklarifikasi bahwa Suga belum didenda atau SIM-nya dicabut, bertentangan dengan BIGHIT MUSIC dan permintaan maaf pertama Suga. Menurut polisi, penyelidikan masih berlangsung.

Rekaman CCTV DUI Suga

Di tengah keributan tersebut, JTBC menayangkan rekaman CCTV yang memperlihatkan Suga mengendarai skuter listrik di Hannam- daero , jalan multi-jalur yang menghubungkan Yongsan.

Melihat rekaman CCTV yang memberatkan itu, netizen telah menyatakan kekecewaan dan ketidaksetujuan mereka.

Banyak dari mereka yang menyebut bahwa BIGHIT MUSIC telah berbohong soal kejadian dengan pernyataan yang mereka rilis.

Rekaman CCTV Terbaru Bantah Rumor Kebohongan

Pada 14 Agustus, DongA Ilbo menerbitkan laporan eksklusif dengan rekaman CCTV baru yang mereka terima melalui informasi.

Dalam rekaman CCTV yang diperoleh, Suga terlihat mengendarai skuter listriknya di trotoar. Sekitar pukul 11:10 malam pada 6 Agustus, tiga polisi yang berpatroli di area sekitar Nine One Hannam melewati gerbang depan kompleks apartemen tempat Suga terjatuh karena kehilangan keseimbangan saat mencoba berbelok di dalam gerbang.

Polisi mengambil helmnya yang terjatuh dan mendekatinya untuk mengembalikannya. Dalam proses ini, mereka memastikan bahwa ia telah minum alkohol, dan melakukan tes terhadapnya secara langsung.

Usai rekaman CCTV itu diumumkan, BIGHIT MUSIC membenarkan bahwa pria yang ada di dalam CCTV adalah Suga.

JTBC yang sebelumnya menampilkan CCTV berbeda pun kemudian meminta maaf dan telah menghapus rekaman CCTV sebelumnya yang mereka bagikan.

Suga Diminta Tinggalkan BTS

Akibat kasus tersebut, beberapa orang yang mengaku penggemar mengirimkan karangan bunga ke kantor HYBE yang berisi permintaan untuk Suga meninggalkan BTS.

HYBE kemudian menanggapi kontroversi tersebut dengan menegaskan bahwa Suga tidak akan meninggalkan BTS.

"Pembicaraan tentang Suga yang meninggalkan BTS adalah omong kosong. Kami akan meminta maaf dan bekerja lebih keras untuk menyelesaikan konflik di antara penggemar," ujar perwakilan dari HYBE.

Suga Penuhi Panggilan Polisi

Pada 24 Agustus, Suga menghadiri sesi pemeriksaan polisi di Kantor Polisi Yongsan, di mana ia diinterogasi selama tiga jam atas apa yang terjadi pada 6 Agustus.

Usai menjalani pemeriksaan, Suga menuliskan permintaan maafnya lewat tulisan tangan atas insiden mengemudi dalam keadaan mabuk.

Berikut isi surat yang ditulis Suga BTS.

Surat permintaan Suga BTS

Polisi Rilis Update Kasus DUI Suga

Polisi Yongsan telah memberi kabar terbaru mengenai kasus DUI Suga BTS.

Pada 26 Agustus, Kepolisian Yongsan menyatakan mereka berencana untuk meneruskan kasus Suga ke jaksa dalam minggu ini.

Polisi mengungkapkan bahwa penyelidikan Suga telah selesai dan tidak diperlukan penyelidikan lebih lanjut.

Baca Juga: Viral Sopir Angkut Diduga Mabuk di Ciracas, Tabrak Pemotor hingga Terluka

Efek Skandal Nyetir Mabuk dalam Karier Idol Korea

Berbeda dari negara lain, artis-artis Korea Selatan yang terjerat kasus DUI atau berkendara dalam keadaan mabuk kerap mendapat banyak hujatan hingga kritik pedas dari publik.

Bahkan, banyak dari mereka yang tidak bisa kembali berkarier karena skandal yang menimpa tersebut.

Hal itu bukan hanya karena artis Korea diharapkan mematuhi standar moral dengan sempurna dalam kehidupan pribadi, tapi karena reaksi orang Korea atas kasus DUI sangat intens selama dekade terakhir.

Seperti yang diketahui, selain kekerasan, di Korea Selatan DUI menjadi salah satu skandal terburuk yang dapat dilakukan seorang bintang.

Lalu, kenapa hal itu bisa terjadi?

Kritikus budaya pop Kim Heon Sik, mengungkap bahwa titik balik yang mengubah persepsi publik Korea tentang mengemudi dalam keadaan mabuk adalah kecelakaan yang menewaskan Yoon Chang Ho pada 2018 lalu.

Yoon Chang Ho yang saat itu sedang menjalani wajib militer, meninggal dunia setelah ditabrak pengemudi mabuk di Busan. Teman-teman dan keluarga kemudian meluncurkan kampanye untuk memperkuat hukuman bagi pengemudi mabuk.

Kampanye itu kemudian berujung pada pengesahan Undang-Undang Yoon Chang Ho oleh Majelis Nasional pada akhir 2018.

"Di era serba online saat ini, keluarga dan teman korban dapat berbagi informasi dan rekaman kecelakaan, yang menyoroti betapa berbahayanya mengemudi dalam keadaan mabuk," kata Kim Heon Sik seperti dilansir Korea JoongAng Daily, Senin (26/8/2024).

"Dalam beberapa tahun terakhir, kisah para korban dan kenyataan kecelakaan akibat mengemudi dalam keadaan mabuk dibagikan secara aktif di komunitas daring, media sosial, dan papan petisi Gedung Biru," sambungnya.

Kim Heon Sik pun menyakini, hal tersebut tertanam dalam benak orang-orang Korea bahwa mengemudi dalam keadaan mabuk bukan kesalahan pribadi yang kecil, tetapi kejahatan yang dapat menghancurkan kehidupan orang lain.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Korea Joongang Daily, BIGHIT MUSIC, Yonhap News

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU