INDOZONE.ID - Wajah pemain keturunan kini mewarnai Timnas Indonesia di berbagai level kelompok umur Timnas Indonesia. Keberadaan mereka menjadi salah satu faktor membaiknya performa hingga prestasi Timnas Indonesia.
Timnas Indonesia adalah salah satu hal yang bisa menyatukan rakyat nusantara. Saat Timnas Indonesia bertanding, semua doa terbaik akan dipanjatkan untuk keberhasilan Pasukan Garuda.
Namun, performa Timnas Indonesia belum mampu memuaskan pencinta sepak bola Tanah Air. Bak roller coaster, performa Timnas Indonesia naik-turun pada masanya masing-masing.
Baca Juga: Pemain Keturunan Bikin Timnas Indonesia Moncer, Power of Silaturahmi Kunci Rekrut Atlet Diaspora
Perubahan Era Shin Tae-yong
Pada 28 Desember 2019, PSSI resmi menunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Timnas Indonesia. Saat itu, Timnas Indonesia ada di ranking 173 FIFA.
Perlahan-lahan, sentuhan Shin Tae-yong mulai meningkatkan performa Timnas Indonesia hingga mengukir beberapa prestasi, seperti:
- Peringkat FIFA naik dari 175 (September 2021) ke 133 (Juli 2024)
- Runner-up Piala AFF 2020
- Medali Perunggu SEA Games 2021
- Runner-up Piala AFF U-23 2023
- Lolos Piala Asia U-20 2023
- Lolos Piala Asia 2023
- Lolos Piala Asia U-23 2024
- Lolos perempat final Piala Asia U-23 2024
- Lolos semifinal Piala Asia U-23 2024
- Lolos putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia
Sejak pertama kali membesut Timnas Indonesia hingga sekarang, Shin Tae-yong juga mengandalkan talenta dari para pemain keturunan, seperti:
Baca Juga: Permainan Timnas Indonesia di SEA Games Tak Sebagus di AFF, Ini Dalih Shin Tae-yong
- Marc Klok
- Elkan Baggott
- Jordi Amat
- Sandy Walsh
- Shayne Pattynama
- Rafael Struick
- Ivar Jenner
- Justin Hubner
- Jay Idzes
- Nathan Tjoe-A-On
- Thom Haye
- Ragnar Oratmangoen
- Calvin Verdonk
- Jens Raven
Para pemain keturunan ini ada yang menjadi WNI (Warga Negara Indonesia) melalui naturalisasi dan memilih kewarganegaraan Indonesia saat berumur di bawah 20 tahun.
Banyak Pemain Keturunan Tertarik Bela Timnas Indonesia
Fenomena pemain keturunan di Timnas Indonesia, sepertinya belum akan berhenti. Sebab, banyak pemain keturunan mulai tertarik membela Timnas Indonesia.
Menurut Tenaga Ahli Menteri (TAM) untuk urusan Diaspora dan Kepemudaan Kemenpora, Hamdan Hamedan, naturalisasi Jordi Amat dan Sandy Walsh jadi pintu pertama yang membuka mata pemain keturunan lain terhadap peluang bela Timnas Indonesia.
Baca Juga: Raih Runner Up di Piala AFF 2020, Puan Maharani: Timnas Indonesia Miliki Masa Depan Cerah
“Terus terang, yah, setelah disumpahnya Jordi dan Sandy, saya cek inbox saya, ada 12, ada DM, ada lewat WA. Saya merasa ini possible, lho, mereka ganti kewarganegaraan, akan membela Timnas Indonesia. Saya rasa itu pintu pertama,” ungkap Hamdan Hamedan, saat diwawancara beberapa media, termasuk INDOZONE.
Namun, naturalisasi Jordi Amat dan Sandy Walsh bukan satu-satunya alasan yang membuat ketertarikan pemain keturunan membela Timnas Indonesia meningkat. Hamdan menilai, peningkatan prestasi Timnas Indonesia belakangan ini juga mempengaruhinya.
“Tentunya, level kompetisi makin baik dan prestasi makin baik, tentu makin banyak yang menyatakan keinginan (bela Timnas Indonesia). Saya merasa, pintu itu terbuka sejak Jordi dan Sandy disumpah,” sambungnya.
Selain itu, Justin Hubner juga sempat menyindir para pemain keturunan yang sebelumnya menolak bela Timnas Indonesia, tetapi kini mulai tertarik.
Baca Juga: POPULER: Timnas Indonesia Dihuni Banyak Pemain Muda dan Acha Sinaga Positif Covid-19
Sindiran itu diungkapkannya via Instagram stories, @justinhubner5, pada 14 Juni 2024 lalu. Pernyataan Justin Hubner cukup bikin heboh kala itu.
“Sebelumnya tidak ada satu pun orang yang mau bermain untuk Indonesia. Sekarang mereka melihat kami berbuat baik dan mereka ingin bergabung. Orang lucu,” kata Justin Hubner.
Perlu diingat, tidak semua pemain keturunan otomatis bermain untuk Timnas indonesia. Sebab, pelatih tetap memegang hak penuh dalam menentukan pemain mana yang tampil dalam pertandingan.
Jadi, pemain keturunan pun harus tampil apik di klub masing-masing, supaya mendapatkan panggilan hingga bermain untuk Timnas Indonesia.
Baca Juga: Jelang Leg Kedua Final Piala AFF 2020, Ini Harapan Shin Tae-yong pada Timnas Indonesia
Pro-Kontra Pemain Keturunan
Meski kehadiran pemain keturunan menjadi salah satu faktor meningkatnya performa Timnas Indonesia, tetap ada pro-kontra di masyarakat, terutama pencinta sepak bola Tanah Air.
Bagi yang kontra, mereka berharap Timnas Indonesia berisikan para pemain lokal. Sementara itu, yang pro beranggapan, pemain keturunan punya hak seperti pemain lokal untuk membela Timnas Indonesia.
Marc Klok pun sempat buka suara dikotomi pemain keturunan dan lokal yang berkembang di antara pencinta sepak bola Tanah Air. Dia menegaskan, skuad Timnas Indonesia bersatu tanpa ada pengkotakan antara pemain keturunan dan lokal.
"Jadi, kami bersatu sebagai sebuah tim pada tahun 2023, sepakat bahwa kami harus mengubah narasi tersebut, dan membuat unggahan di media sosial untuk menjelaskan bahwa tidak masalah di mana Anda dilahirkan, yang terpenting adalah kita semua berjuang untuk lambang yang sama, dengan semangat yang sama, dan keyakinan yang sama,” jelas Klok, dikutip dari laman resmi FIFA.
Baca Juga: Timnas Indonesia Diminta Tetap Membumi Usai Lolos ke Final AFF
Ketika skuad Timnas Indonesia pun bersatu tanpa ada perbedaan, seharusnya itu juga terjadi di kalangan pencinta sepak bola Tanah Air. Lagipula, yang terpenting adalah peningkatan performa dan prestasi Timnas Indonesia di sepak bola dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: FIFA, Wawancara, Analisis Redaksi