INDOZONE.ID - Muhaimin Iskandar alias Cak Imin memang salah satu tokoh politik terpandang di Indonesia. Rekam jejak politik Cak Imin sendiri memang sangat kental akan politik Islam dengan nilai-nilai Nahdlatul Ulama.
Pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 lalu, Cak Imin masuk dalam daftar kandidat Calon Wakil Presiden (Cawapres) bersama Anies Baswedan. Pasangan Anies-Cak Imin atau disingkat 'Amin' pun mendapatkan dukungan dari Partai NasDem, Partai PKB, dan Partai PKS.
Namun sayangnya pasangan 'Amin' harus mengakui keunggulan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, pada Pilpres 2024. Pasangan 'Amin' hanya mengumpulkan 24,95% persen suara.
Meski sempat menjadi rival, Cak Imin secara mengejutkan hadir di kediaman Prabowo saat Presiden Terpilih tersebut memanggil sejumlah tokoh yang akan ia tunjuk sebagai Menteri pada kabinetnya, Selasa 15 Oktober 2024.
Lantas seperti apa sih latar belakang serta rekam jejak Cak Imim sebagai politisi? Simak penjelasan INDOZONE berikut.
Cak Imin lahir di Ia lahir di Jombang, Jawa Timur, pada 24 September 1966. Dia merupakan keponakan dari KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, yang merupakan salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) dan juga mantan Presiden Ke-5 Republik Indonesia.
Ayah Cak Imin sendiri memang merupakan salah satu sosok yang sangat dihormati di kalangan Nahdliyin, yakni Muhammad Iskandar.
Pendidikan awalnya ditempuh di lingkungan pesantren dan sekolah berbasis agama Islam, lalu Cak Imin melanjutkan studi ke Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, dengan mengambil jurusan Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik.
Setelah menyelesaikan pendidikan di UGM, Cak Imin lalu meneruskan pendidikannya di berbagai institusi dalam serta luar negeri. Hal ini berhasil memperkaya wawasan dan pemahamannya dalam bidang politik dan pemerintahan.
Baca Juga: Ganjar Siap Hadiri Pelantikan Presiden Terpilih Prabowo, Tapi...
Karier politik Cak Imin sendiri dimulai sejak era Reformasi. Bahkan Cak Imin pun menjadi salah satu pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada tahun 1998, yang mana partai tersebut menjadi wadah untuk para Nahdliyin yang ingin memperjuangan nilai-nilai Islam moderat di Indonesia.
Usai membentuk Partai PKB, Cak Imin pun berhasil lolos dan menjadi anggota DPR pasca Reformasi. Pada 2009, Cak Imin pun diangkat menjadi Menteri Ketenagakerjaan dan Transmigrasi dalam kabinet Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan