INDOZONE.ID - Sejumlah tokoh nasional berdatangan ke Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Senin (27/4/2026) siang. Kedatangan mereka jadi perhatian publik di tengah isu pelantikan pejabat baru di jajaran Kabinet Merah Putih.
Dilansir Antara, adapun tokoh yang tiba di Istana adalah Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional Dudung Abdurachman, Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Moh. Jumhur Hidayat, hingga mantan Kepala Komunikasi Kepresidenan RI Hasan Nasbi.
Selain ketiganya, hadir juga Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq, Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari, dan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) periode Oktober 2024 - September 2025 Abdul Kadir Karding.
Baca juga: Isu Reshuffle Kabinet Mencuat, Bahlil Minta Publik Tunggu Keputusan Presiden
Jumhur Hidayat menjadi yang pertama tiba, disusul Qodari, Abdul Kadir Karding, Dudung, dan terakhir Hasan Nasbi. Mereka kompak mengenakan setelan jas lengkap dengan kopiah dan dasi berwarna biru muda.
Dudung mengonfirmasi bahwa kehadirannya atas undangan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya untuk mengikuti proses pelantikan yang digelar sore ini.
"Ya, kemarin ditelepon oleh Letkol Teddy, Seskab, persiapan untuk ke Istana jam 14.15 WIB untuk gladi, jam 15.00 WIB pelantikan," kata Dudung menjawab wartawan.
Namun, Dudung merahasiakan jabatan baru yang mungkin akan diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto. Ia hanya menegaskan kesiapan untuk menerima tugas apa pun yang dipercayakan oleh kepala negara.
"Oh saya prajurit, harus siap ya, apalagi perintah Presiden," ucap Dudung dengan tegas.
Sama dengan Dudung, Jumhur juga enggan membeberkan jabatan apa yang akan diberikan kepadanya.
"Hadir ada pelantikan. Pelantikan apanya belum tahu. Belum tahu persisnya," ucapnya.
Sementara itu, Qodari menjelaskan dirinya diminta Presiden Prabowo untuk membantu proses komunikasi Pemerintah.
"Tadi ditelepon Pak Seskab, Bapak Presiden minta saya membantu proses komunikasi, berkomunikasi maksimal untuk program kerja pemerintah yang latar belakangnya adalah tujuan kita bernegara," kata dia.
Terkait jabatan baru yang akan diampu olehnya, Qodari menyebut akan berkaitan dengan komunikasi Pemerintahan yang saat ini dijalankan oleh Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI.
Baca juga: Dukungan ke Prabowo di Pilpres 2029, Strategi Golkar Amankan Kader di Tengah Isu Reshuffle?
"Persisnya tunggu pengumuman Bapak Presiden, tapi sampai saat ini rasanya berkomunikasi itu kan ada di Badan Komunikasi Pemerintah," kata dia.
Pelantikan sore ini menandai perombakan kabinet keempat yang dilakukan Presiden Prabowo sepanjang pemerintahannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA