INDOZONE.ID - Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto memimpin upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Gedung Pancasila, kompleks Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (1/6/2026). Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo bertindak sebagai Inspektur upacara.
Dilansir Antara, Presiden tiba di Gedung Pancasila sekitar pukul 09.35 WIB. Upacara kemudian dimulai pukul 09.45 dengan diiringi tiupan terompet. Kolonel Inf Didin Nasruddin Darsono bertindak sebagai komandan upacara.
Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila juga dihadiri Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, Megawati Soekarnoputri, Jusuf Kalla hingga Ma'ruf Amin.
Baca juga: Prabowo Hadiri Persemayaman Ryamizard Ryacudu di Kemhan Sebelum Dimakamkan di TMP Kalibata
Selain itu, turut hadir juga para pejabat negara dan jajaran menteri Kabinet Merah Putih, TNI-Polri, tokoh masyarakat, serta pelajar.
Upacara dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan yakni Indonesia Raya. Setelah itu, Presiden meminta semua yang hadir untuk mengheningkan cipta sejenak.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Pancasila lahir dari perjalanan panjang sejarah bangsa, nilai-nilai budaya, serta cita-cita bersama untuk hidup bersatu dalam keberagaman.
Karena itu, Pancasila menjadi landasan yang kuat bagi Indonesia dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk dalam membangun perekonomian nasional.
Presiden Prabowo juga menekankan bahwa sistem perekonomian Indonesia harus berpegang pada nilai-nilai Pancasila, yakni berpihak kepada rakyat. Menurutnya, kekayaan alam dan sumber daya yang dimiliki Indonesia harus dikelola serta dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat.
Selain pelaksanaan upacara, peringatan Hari Lahir Pancasila juga diisi dengan pembacaan teks Pancasila dan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai pengingat akan dasar negara yang menjadi pemersatu bangsa.
Tahun ini, Hari Lahir Pancasila mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia". Tema tersebut mengajak seluruh masyarakat untuk tidak hanya menjaga persatuan melalui slogan atau seruan semata, tetapi juga mewujudkannya dalam tindakan nyata sehari-hari, termasuk saat berinteraksi dan menggunakan media sosial.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA