Wakil Presiden Filipina, Sara Duterte. (REUTERS/Eloisa Lopez)
INDOZONE.ID - Situasi politik Filipina tengah kacau setelah mayoritas anggota parlemen menyetujui pemakzulan Wakil Presiden (Wapres) Sara Duterte. Sebanyak 255 suara mendukung pemakzulan, 26 suara menolak dan sembilan lainnya memilih abstain.
Ini merupakan kali kedua Sara Duterte menghadapi pemakzulan terhadap dirinya. Sebelumnya, putri kandung Rodrigo Duterte itu pernah dimakzulkan pada 5 Februari 2025.
Kini, ia kembali menghadapi pemakzulan dan prosesnya sudah masuk agenda persidangan Senat Filipina. Pemakzulan ini dapat membuat Sara Duterte dilarang menduduki jabatan publik, sekaligus menggagalkan ambisinya maju dalam pemilihan presiden 2028.
Baca juga: Senat Filipina Gelar Sidang Pemakzulan Wapres Sara Duterte Awal Juni
Namun, masih banyak publik yang belum paham apa sebenarnya pemicu pemakzulan Sara Duterte. Mengapa hubungan yang dulu kuat dengan Marcos, kini berubah jadi lawan politik?
Dalam artikel ini, kita akan bedah secara lengkap konflik antara dua dinasti paling kuat di Filipina yakni Ferdinand Marcos Jr. dan klan Duterte.
Sebelum menjadi lawan politik, Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr dan Sara Duterte adalah aliansi politik yang sangat kuat.
Pada pemilu Filipina 2022, keduanya menjadi pasangan politik yang tak terkalahkan. Mereka menang telak dan dianggap sebagai awal pemerintahan paling stabil di Filipina kala itu.
Sayangnya, hubungan harmonis itu tak bertahan lama. Hanya selang beberapa bulan usai dilantik, kedua aliansi ini mulai pecah karena pembagian kekuasaan dan perbedaan kepentingan.
Ketegangan antara kubu Marcos dan Duterte dipicu oleh beberapa hal mendasar. Faktor utamanya adalah, soal anggaran dan pengaruh.
Sara Duterte menjabat sebagai Menteri Pendidikan sekaligus wakil presiden, namun ia merasa terpinggirkan dalam pengambilan keputusan penting pemerintahan Marcos.
Konflik soal dana pendidikan dan kendali atas program-program strategis semakin membuat retak hubungan keduanya.
Di pertengahan 2024, Sara memutuskan mundur sebagai Menteri Pendidikan. Di saat bersamaan, sang ayah (mantan Presiden Rodrigo Duterte) mulai menyerang Marcos Jr. secara terbuka di media terkait isu domestik.
Tak sampai di situ, Sara Duterte dituduh melakukan sejumlah pelanggaran hukum seperti korupsi dan penghasutan. Puncaknya, Sara membuat pernyataan publik bahwa ia telah menyuruh pembunuh bayaran untuk mengeksekusi Presiden Ferdinand Marcos Jr.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Al Jazeera, Reuters