INDOZONE.ID - Presiden Prabowo Subianto, pada Jumat (15/8/2025), mengusulkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 senilai Rp3.786,5 triliun. Dalam usulan tersebut, defisit diperkirakan hanya 2,48% dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Prabowo menegaskan, pemerintah menargetkan untuk menghapus defisit sepenuhnya dan mewujudkan anggaran negara yang seimbang dalam tiga tahun ke depan.
APBN 2026 ini juga menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4% per tahun.
Menurut Prabowo, rancangan anggaran tersebut disusun untuk memperkuat kemandirian ekonomi nasional, menjaga daya tahan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara.
Baca juga: Komitmen Presiden Prabowo Berantas Tambang Ilegal Diapresiasi, Dinilai Perlu Segera Eksekusi
Fokus Ekonomi Berkelanjutan
Prabowo mulai menjabat sebagai Presiden pada Oktober 2024, sementara APBN 2025 disiapkan oleh pemerintahan sebelumnya.
Sesuai prosedur, parlemen akan meninjau dan membahas usulan APBN tersebut selama kurang lebih satu bulan.
Kebijakan fiskal yang diambil Prabowo menjadi perhatian serius para investor.
Hal ini mengingat sejumlah janji kampanye yang membutuhkan biaya besar, serta pernyataannya yang terbuka untuk menambah utang demi mengejar target pertumbuhan ekonomi hingga 8% selama masa pemerintahannya.
“Kami ingin mengurangi defisit ini seminimal mungkin. Saya berharap pada 2027 atau 2028, saya bisa berdiri di sini untuk menyampaikan bahwa Indonesia sudah memiliki anggaran negara tanpa defisit,” ujar Prabowo di hadapan parlemen.
Proyeksi Ekonomi dan Asumsi Makro APBN 2026
Untuk tahun ini, defisit fiskal diproyeksikan berada di level 2,78% dari PDB. Anggaran 2026 yang diajukan naik sebesar 7,3% dibandingkan perkiraan belanja negara pada 2025.
Target pendapatan negara ditetapkan mencapai Rp3.147,7 triliun, atau naik sekitar 9,8% dari proyeksi tahun berjalan.
Baca juga: Jabar Targetkan Seluruh Jalan Mulus pada 2027, Anggaran Naik Jadi Rp2,4 Triliun
Perhitungan APBN 2026 dibuat berdasarkan asumsi inflasi sebesar 2,5% dan nilai tukar rupiah rata-rata Rp16.500 per dolar Amerika Serikat.
Pemerintah berharap, dengan perencanaan fiskal yang disiplin dan realistis, pertumbuhan ekonomi dapat terjaga sekaligus mempersempit defisit anggaran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters