Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 18 JULI 2026 • 19:40 WIB

Ingin Jadikan Sulsel Lumbung Suara di Indonesia Timur, Ini yang Dilakukan Golkar

Ingin Jadikan Sulsel Lumbung Suara di Indonesia Timur, Ini yang Dilakukan GolkarKetua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia. (Dok. Partai Golkar.)

INDOZONE.ID - Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia meminta kader di Sulawesi Selatan (Sulsel) harus tetap menjadi lumbung suara Golkar untuk wilayah Indonesia Timur. Perolehan suara harus lebih ditingkatkan dengan cara memperkuat konsolidasi menjelang Pemilu 2029.

"Musda akan melahirkan tiga keputusan besar, yaitu evaluasi kepengurusan, menyusun program kerja dan rekomendasi, serta memilih ketua DPD Partai Golkar," kata Bahlil, seperti INDOZONE sadur dari Antara, Sabtu (18/7/2026).

Hal itu disampaikan Bahlil dihadapan ribuan kader Golkar saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD I Partai Golkar Sulsel di Makassar pada Sabtu (18/7/2026) lali.

Bahlil menilai konsolidasi menjadi kunci untuk mengembalikan kejayaan Partai Golkar di Sulawesi Selatan. Menurutnya, provinsi tersebut selama ini menjadi lumbung suara utama Golkar di Kawasan Timur Indonesia, meski dominasinya menurun pada Pemilu 2024.

Baca juga: Bahlil Lahadalia Tegaskan Golkar Dukung Pemerintahan Prabowo hingga Selesai

Tidak sendiri, Bahlil hadir bersama Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Muhammad Sarmuji dan Bendahara Umum Sari Yuliati. Ia meminta kepengurusan baru segera menuntaskan musyawarah cabang (muscab) di seluruh DPD II kabupaten dan kota, kemudian melanjutkan konsolidasi hingga tingkat kecamatan, kelurahan, dan desa.

"Saya meminta nanti setelah musda selesai, dilaksanakan muscab kabupaten kota. Selanjutnya di tingkat kecamatan dan desa. Karena, kekuatan partai kita itu ada di sana. Kalau berbicara Partai Golkar di wilayah timur, simpulnya itu di Sulawesi Selatan. Kejayaan Partai Golkar di wilayah timur selalu Sulawesi Selatan menjadi contoh," paparnya.

Dia juga memberikan target khusus kepada kepengurusan baru agar mampu meningkatkan perolehan kursi Partai Golkar pada Pemilu 2029.

"Satu yang saya tekankan, kursi harus naik. Itu adalah perintah DPP kepada ketua DPD yang nanti ditetapkan melalui musda. Kursi Partai Golkar harus bertambah, baik di DPR, DPRD provinsi, maupun DPRD kabupaten/kota," tegas Bahlil.

Baca juga: Bahlil ke Kader Golkar: Jangan karena Perbedaan lalu Disingkirkan

Bahlil juga menyinggung kadernya yang ingin hijrah ke partai lain usai perhelatan Musda. Menurutnya, meski banyak kader memilih mendirikan atau bergabung dengan partai lain seperti Partai Nasdem, Partai Gerindra, Partai Demokrat, dan Partai Hanura, Partai Golkar tetap kokoh dan konsisten menjalankan amanat konstitusi. Bahkan Bahlil menyebut Golkar sebagai partai yang inklusif.

"Partai Golkar adalah partai yang inklusif, bukan partai yang eksklusif. Memang beda pola partai kita," ujar Bahlil.

Partai Golkar saat ini menguasai 14 kursi di DPRD Provinsi Sulsel hasil Pemilu 2024. Dengan perolehan tersebut, Golkar menduduki posisi kedua terbanyak dan menempati kursi wakil ketua DPRD Sulsel periode 2024–2029. Sementara itu, Partai Golkar memperoleh 4 kursi di DPR dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sulsel pada Pemilu 2024.

Dalam Musda tersebut, Ilham Arief Sirajuddin (IAS) resmi terpilih sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel. IAS terpilih secara aklamasi usai menjadi calon tunggal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Ingin Jadikan Sulsel Lumbung Suara di Indonesia Timur, Ini yang Dilakukan Golkar

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!