Rabu, 20 MEI 2026 • 18:54 WIB

Mosi Tidak Percaya: Senjata Politik yang Bisa Bikin Pemerintah Lengser

Author

Ilustrasi mosi tidak percaya. (Freepik/djvstock)

INDOZONE.ID - Dalam krisis politik, kamu mungkin sering mendengar istilah "mosi tidak percaya." Meski begitu, masih banyak masyarakat yang bingung arti sebenarnya dari istilah tersebut.

Mungkin sebagian orang menganggap istilah "mosi tidak percaya" cuma kritik biasa kepada pemerintah atau pemimpin. Namun dalam kamus politik, istilah ini bisa jadi ancaman serius yang berujung runtuhnya kabinet atau lengsernya pemimpin.

Dalam artikel ini, kita akan membahas arti sebenarnya mosi tidak percaya, bagaimana mekanismenya, dan dampaknya pada parlemen.

Apa Itu Mosi Tidak Percaya?

Mosi adalah keputusan rapat yang menyatakan pendapat atau keinginan para anggota rapat. Mosi tidak percaya berarti keputusan rapat yang tidak percaya pada sebuah kepemimpinan atau kebijakan.

Baca juga: Kronologi Pemakzulan Sara Duterte, dari Sekutu Marcos Kini Jadi Musuh Politik

Sederhananya, ini adalah cara resmi parlemen untuk berkata kepada pemerintah: "Kami tidak lagi percaya Anda mampu memimpin, silakan angkat kaki."

Karena itu, mosi tidak percaya sering jadi senjata politik paling kuat dalam sistem parlementer.

Biasanya, mosi tidak percaya sering dipakai sistem pemerintahan parlementer seperti Inggris, Malaysia, atau Jepang. 

Gimana Cara Kerja Mosi Tidak Percaya?

Cara kerja mosi tidak percaya bervariasi di tiap negara. Ada beberapa proses yang harus dilalui agar mosi tidak percaya disahkan.

1. Pengajuan mosi

Satu atau beberapa anggota parlemen mengajukan mosi tidak percaya secara resmi. Biasanya mosi diajukan oleh oposisi pemerintah. Namun ada kasus pengajuan mosi datang dari partai koalisi yang mulai retak.

2. Pemungutan suara

Seluruh anggota parlemen kemudian memberikan suara setuju atau tidak setuju dengan mosi tersebut.

3. Hasilnya menentukan nasib pemerintah

Apabila mosi disahkan alias mendapat suara mayoritas, pemerintah yang berkuasa wajib mengundurkan diri. Di banyak negara, ini otomatis memicu pemilihan umum baru atau pembentukan pemerintahan sementara.

Apa Efeknya Jika Mosi Tidak Percaya Disahkan?

Mosi tidak percaya tidak muncul tanpa sebab. Biasanya, oposisi akan mengajukan mosi ini ketika pemerintah dinilai melakukan blunder besar, terlibat skandal korupsi masif, atau gagal menangani krisis ekonomi.

Jika mosi ini diajukan ke sidang paripurna dan berhasil memenangkan suara mayoritas (lebih dari 50% anggota parlemen setuju), maka efeknya sangat instan:

Pemerintah Wajib Lengser

Perdana Menteri beserta seluruh jajaran menteri kabinetnya harus mengundurkan diri saat itu juga.

Pemilu Dipercepat

Dalam banyak kasus, Perdana Menteri yang kalah bisa meminta Kepala Negara (Raja atau Presiden) untuk membubarkan parlemen. Konsekuensinya, pemilu darurat akan digelar agar rakyat bisa memilih ulang anggota parlemen dan pemerintahan yang baru.

Contoh Kasus Mosi Tidak Percaya

Agar memahami mosi tidak percaya, berikut beberapa contoh yang pernah mengubah peta politik dunia.

1. Inggris (James Callaghan)

Perdana Menteri Inggris, James Callaghan pernah digulingkan lewat mosi tidak percaya pada 28 Maret 1979.

Pemerintahan Callaghan jatuh setelah DPR Inggris mengajukan mosi tidak percaya dan kalah hanya satu suara yakni 311 berbanding 310 suara.

2. Indonesia (Kabinet Sukiman)

Pemerintahan Indonesia juga pernah runtuh akibat mosi tidak percaya. Saat itu, Kabinet Sukiman-Suwirjo jatuh dan harus mengembalikan mandatnya kepada Presiden Soekarno pada Februari 1952 usai DPR melayangkan mosi tidak percaya.

Kabinet ini digulingkan karena diam-diam meneken kerja sama militer dengan Amerika Serikat yang dinilai melanggar prinsip politik bebas aktif.

Perbedaan Mosi Tidak Percaya dengan Pemakzulan

Pertanyaan ini sering muncul pada kaum awam. Memang, keduanya sama-sama bisa melengserkan pemimpin, tapi mekanismenya berbeda:

Mosi Tidak Percaya

Biasanya berbasis hilangnya dukungan politik. Tidak harus ada pelanggaran hukum. Cukup jika mayoritas parlemen merasa pemerintah tidak lagi layak memimpin.

Pemakzulan

Berbasis pada pelanggaran hukum atau konstitusi yang dilakukan oleh pejabat yang bersangkutan. Prosesnya lebih panjang dan melibatkan pembuktian.

Apakah Indonesia Mengenal Mosi Tidak Percaya?

Sebagai negara yang menganut sistem presidensial, Indonesia tak mengenal mosi tidak percaya setelah eksplisit. 

Presiden dan wakil presiden dipilih langsung oleh rakyat melalui pemilu bukan hasil rapat parlemen. Sehingga DPR tidak bisa begitu saja menjatuhkan presiden lewat mosi tidak percaya seperti di negara-negara parlementer.

Untuk melengserkan presiden di Indonesia, jalurnya adalah pemakzulan yang prosesnya jauh lebih panjang.

Baca juga: Pembangunan Tak Merata, Warga Sei Litur Langkat Nyatakan Mosi Tidak Percaya Kepada Kades

Namun terkadang istilah mosi tidak percaya kadang tetap dipakai secara informal di Indonesia untuk menggambarkan situasi krisis kepercayaan terhadap kebijakan pemerintah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Amatan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU